Peristiwa

4 Warga Sumenep Positif Covid-19, Penjagaan di Perbatasan Diperketat

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, A. Busyro Karim meminta agar penjagaan di wilayah perbatasan diperketat, pasca empat warga Sumenep dinyatakan positif Covid-19. “Tidak boleh ada yang masuk kecuali telah melewati proses ‘screening’ di posko penjagaan Covid-19 di wilayah perbatasan,” katanya, Sabtu (25/4/2020).

Ada empat pos pemantauan Covid-19 di wilayah perbatasan, yakni di Kecamatan Pragaan yang berbatasan dengan Pamekasan di jalur selatan. Sedangkan di jalur utara, pos didirikan di Kecamatan Pasongsongan. Selain itu, di jalur tengah, pos didirikan di Kecamatan Guluk-guluk yang berbatasan dengan Kecamatan Pakong, Pamekasan. Kemudian untuk memantau jalur laut, posko didirikan di Pelabuhan Kalianget.

“Kami terus bergerak melakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Bahkan di desa-desa juga telah melakukan penjagaan mandiri. Ada juga yang punya ruang isolasi sendiri untuk para pendatang,” paparnya.

Menurutnya, memang harus ada yang memutus rantai penyebaran Covid-19, karena menjaga jiwa manusia lebih utama daripada ibadah sunnah. “Yang lebih bahaya itu orang tanpa gejala. Jadi mereka tidak sakit apapun. Ini yang sulit dideteksi. Karena itu, penting untuk physical distancing dan batasi aktifitas keluar rumah,” ujarnya.

Keempat orang yang terkonfirmasi positif tersebut merupakan petugas pendamping haji. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Dua diantaranya dari Kemenag, dan dua lainnya merupakan tenaga kesehatan. Dari empat pasien positif tersebut, dua orang tinggal di Kecamatan Kota, satu di Kecamatan Saronggi, dan satu lagi dari Kecamatan Rubaru. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar