Peristiwa

4 Motor Dinas Polresta Malang Kota Dibakar Demonstran

Demo Omnibus Law di Kota Malang Ricuh.

Malang (beritajatim.com) – Aksi demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law di Kawasan Alun-alun Tugu Kota Malang berjalan brutal dan anarkis. Sejumlah kendaraan dibakar oleh demonstran.

Pertama mobil dinas Pamwal Satpol PP Kota Malang yang biasa digunakan mengawal wakil wali kota. Mobil ini dibalik, kemudian dirusak oleh demonstran. Selang beberapa menit kemudian mobil dibakar oleh demonstran. Kejadian ini di Jalan Majapahit, atau samping kiri Balai Kota Malang.

Insiden pembakaran kendaraan dinas yang kedua terjadi di Jalan Kahuripan. Empat motor dinas Polresta Malang Kota yang sedang terparkir di halaman Hotel Tugu diangkut kemudian dibakar oleh demonstran.

Dua insiden pembakaran ini membuat polisi kesal. Polisi mencoba mendekati massa aksi serta membubarkan kerumunan demonstran dengan tembakan gas air mata. Insiden pembakaran kendaraan dinas milik Pemkot Malang dan Polresta Malang Kota ini berhasil dipadamkan oleh Petugas PMK.

“Jadi motor itu diangkat bareng-bareng sama massa (demonstran). 4 motor yang dibakar. Salah satunya kendaraan dinas yang saya bawa. Saat itu kita semua bertugas di depan Balai Kota,” ujar Anggota Satlantas Polresta Malang Kota, Aiptu Didiet Setyo Budi.

Selain membakar kendaran. Demonstran juga merusak sejumlah kendaraan milik polisi. Bus milik Polresta Batu pecah nyaris disemua bagian kaca. Kemudian dua truk milik Polres Blitar kaca bagian depan juga pecah dilempar oleh para demonstran.

“Jumlah kendaraan yang rusak, ada dari Satpol PP Kota Malang, Polres Batu busnya, lalu juga ada dua dari Polres Blitar truknya. Lalu juga ada kendaraan dinas dari Polresta Malang Kota itu juga dibakar sepeda motor,” tutur Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar