Peristiwa

4 Hari Terendam Banjir, Jalur Jombang – Mojokerto Lumpuh

Jalur alternatif jurusan Jombang-Mojokerto, tepatnya di Dusun Beluk Desa Jombang, Kesamben, terendam air sejak empat hari ini, Rabu (5/2/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Banjir yang menggenangi ratusan rumah di Dusun Beluk Desa Jombok dan Dusun Kedundung Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, belum juga surut. Hingga Rabu (5/2/2020) terhitung hari ke-empat. Selama itu pula banjir di kawasan tersebut belum juga surut.

Praktis, aktifitas warga pun terganggu. Apalagi, jalur yang menguhubungkan Jombang-Mojokerto juga lumpuh karena tergenang air. Warga yang tidak mengetahui adanya gangguan tersebut akhirnya harus putar balik. Karena jika nekat menerobos genangan air, sangat berbahaya. Mengingat ketinggian air setinggi lutut hingga paha orang dewasa.

Selama ini Dusun Belut merupakan jalur alternatif menuju Mojokerto. Akses jalan yang ada di kawasan tersebut sudah mulus. “Ke mOjokerto, lewat sini (Dusun Belut) lebih cepat. Tapi sekarang tidak bisa dilewati karena tergenang air,” kata Subati (56), warga setempat sembari mengatakan bahwa banjir sudah berlangsung selama emopat hari.

Sebagai upaya pemberitahuan, warga juga memasang papan penunjuk di tengah jalan yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari lokasi banjir. Papan tersebut berada di tengah jalan dan bertuliskan agar kendaraan roda empat dan roda dua putar balik karena jalanan kondisinya banjir.

Dari data BPBD, sebanyak 445 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di dua dusun tersebut. Rinciannya, 285 KK di Dusun Beluk dan 160 KK di Dusun Kendondong. Banjir dengan ketinggian antara 15-50 centimeter itu menggenangi pemukiman sejak Minggu (2/2/2020). [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar