Iklan Banner Sukun
Peristiwa

3 Resepsi Pernikahan di Saronggi Sumenep Dibubarkan, Sinden Diminta Turun Panggung

Pembubaran pesta pernikahan dengan hiburan sinden (foto: humas Polres Sumenep)

Sumenep (beritajatim.com) – Tim Satgas Covid-19 di Sumenep kembali melakukan penegakan disiplin masa penerapan PPKM level 4. Kali ini Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Saronggi, membubarkan tiga resepsi pernikahan yang digelar pada Minggu (8/8/2021).

Tiga hajatan pernikahan tersebut masing-masing di Desa Pagar Batu, Desa Saroka, dan Desa Talang. Dua diantara tiga pemilik hajatan itu menggelar resepsi pernikahan dengan hiburan, yakni klenengan (karawitan) dengan sinden di Desa Pagar Batu, dan musik uldaul/tong tong di Desa Saroka.

Penegakan disiplin untuk resepsi pernikahan di Desa Pagar Batu, Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Saronggi pun langsung menghubungi ‘shohibul hajat’ didampingi Kepala Desa Pagarbatu, Imam Daud. Selanjutnya berusaha memberikan pemahaman dan penekanan kepada tuan rumah, bahwa kehadiran Tim Satgas Covid-19 untuk menegakkan aturan.

Sesuai Inmendagri nomor 27 tahun 2021 bahwa untuk wilayah dengan level 4 masa Penerapan PPKM Darurat, tidak diperbolehkan menggelar pesta pernikahan. Apalagi dengan menyisipkan acara hiburan.

“Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Saronggi tidak pernah memberikan ijin ataupun semacam peluang untuk bisa melaksanakan kegiatan hajatan pernikahan. Apalagi dengan hiburan,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.

Ia mengungkapkan, tim Satgas Covid-19 terpaksa melakukan tindakan pembubaran acara pesta pernikahan dengan hiburan sinden karawitan tersebut. “Satu hari sebelum acara digelar, shohibul hajat ini sudah diberikan arahan dan peringatan. Tapi ternyata tidak diindahkan. Tuan rumah tetap nekat menggelar acara. Ya terpaksa dibubarkan,” terang Widiarti.

Tim Satgas Covid-19 meminta agar panitia pelaksanan hajatan menurunkan para sinden karawitan (klenengan) dari panggung dan diminta pulang. Panitia juga diminta menggulung tikar dan menghimbau kepada para tamu undangan membungkus hidangan dan segera pulang.

Penegakan disiplin sesuai aturan PPKM level 4 oleh tim Satgas Covid-19 Kecamatan Saronggi berlanjut ke Desa Saroka. Tim langsung menuju ke Lapangan Sepak Bola Sabhara karena melihat ada 2 unit musik uldaul atau tongtong yang masih dalam persiapan.

Tim Satgas Covid-19 kemudian memberikan teguran tegas kepada sohibul hajat yang saat itu juga sedang berada di lapangan, karena tidak mengindahkan larangan sementara untuk tidak melaksanakan kegiatan hajatan dan acara hiburan dalam bentuk apapun.

“Tim Satgas Covid-19 juga meminta kepada para pemain musik Uldaul atau tongtong untuk mematuhi aturan, mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi. Para pemain musik uldaul diminta untuk membongkar dekorasinya dan segera membawa pulang. Selain itu juga diminta agar tidak menabuh alat musiknya,” papar Widiarti.

Musik uldaul yang akan jadi hiburan pesta pernikahan diminta bubar (foto : humas Polres Sumenep)

Berikutnya tim Satgas Covid-19 Kecamatan Saronggi menuju ke Desa Talang. Dengan didampingi Pj Kepala Desa Talang, Ruspandi, menuju ke lokasi resepsi pernikahan di Dusun Ares Tengah, Desa Talang. “Ternyata sohibul hajat telah menghentikan hajatannya karena menyadari bahwa acara itu melanggar aturan dan akan didatangi tim Satgas Covid-19,” ujar Widiarti.

Menurutnya, tuan rumah bisa memahami bahwa kedatangan Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Saronggi dalam rangka melaksanakan tugas. “Sohibul hajat bisa menerima dan membubarkan acara dengan sendirinya,” jelasnya. [tem/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar