Peristiwa

3 Hari Tak Kelihatan, Pensiunan Guru Ditemukan Tewas Membusuk

Proses evakuasi penemuan mayat perempuan yang sudah membusuk di Perum Bukit Karang, Semanding, Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Warga yang tinggal di Perumahan Bukit Karang, Kelurahan Karang, Kecamatan Semandind, Tuban digegerkan dengan adanya penemuan mayat perempuan yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya sendiri.

Perempuan itu diketahui bernama Windartin (70), seorang pensiunan guru yang tinggal di Jalan Mutiara Raya No 03, Perum Bukit Karang, Kelurahan Karang. Korban selama ini tinggal sebatang kara. Diduga korban meninggal karena mengalami sakit serta sudah berusia lanjut.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com Minggu (31/5/2020) menyebutkan, penemuan mayat perempuan itu pada Sabtu petang. Awalnya, sejumlah tetangga korban mencium bau busuk di sekitar rumah pensiunan guru tersebut. Memang, sejak tiga hari terakhir warga tidak pernah melihat korban keluar rumah. Bahkan rumah tersebut selalu tertutup.

“Awalnya ada warga yang melaporkan ke RT kalau korban ini sudah tiga hari tidak keluar. Selanjutnya pihak RT menghubungi pengurus gereja yang bisa menjadi tempat ibadah korban. Kemudian warga berusaha masuk ke dalam rumah korban,” terang Kapolsek Semanding AKP Edi Purnomo.

Sejumlah warga bersama dengan pak RT berusaha masuk ke dalama rumah perempuan tua itu dengan cara mencongkel jendela bagian depan lantaran kondisi pintu tertutup rapat. Ketika jendela berhasil dicongkel, bau busuk langsung menusuk hidung.

“Ketika berhasil masuk, saksi melihat kondisi korban dengan posisi tertelungkup di lantai dapur rumahnya. Korban sudah meninggal dan megeluarkan bau busuk,” tambahnya.

Mengetahui hal tersebut warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Semanding. Petugas kepolisian yang datang di lokasi, langsung melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi. Hal itu dilakukan guna mengetahui dugaan penyebab kematian perempuan tersebut.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan mencari keterangan saksi. Menurut keterangan dari saksi Sumarto (pengurus gereja) bahwa dalam waktu belakangan ini sebelum diketahui meninggal dunia, korban sering mengeluh pusing kepala,” terang Edi Purnomo.

Sementara itu, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19, petugas kepolisian kemudian meminta bantuan tim medis untuk melakukan evakuasi. Petugas yang melakukan evakuasi menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap sesuai dengan protokol kesehatan. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar