Peristiwa

3 Hari Sakit Perut, Suherman Terjun ke Sungai

Kediri (beritajatim.com) — Suherman (65) mengakhiri hidupnya dengan tragis. Warga Desa Pehkulon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri itu bunuh diri dengan terjun ke sungai. Tidak ada yang tahu motivasi pelaku berbuat nekat. Diduga karena depresi akibat sakit-sakitan.

Pagi hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Suherman menelpon Bejo, seorang tukang becak. Dia minta supaya diatarkan ke tempat tunggu bus jurusan Kediri – Surabaya di Desa Minggiran, Kecamatan Papar.

Selang 2 jam setelahnya, pelaku kembali menghubungi Bejo. Dia minta supaya dijemput di selatan Jembatan Minggiran, Kecamatan Papar. Bejo kemudian mengantar pelaku pulang. Tetapi tak berselang lama, pelaku minta supaya Bejo mengantarnya ke Jembatan Brawijaya Kota Kediri.

Usai dari Jembatan Brawijaya, pelaku kembali minta tolong Bejo mengantarkannya ke selatan Jembatan Minggiran. Dalam perjalanan, pelaku bercerita kepada tukang becak langganannya tersebut bahwa sudah tiga hari sakit perut dan sakit kepala. Selama sakit, pelaku tinggal sendirian di rumah, karena istri dan anaknya berada di Surabaya.

Sesampainya di tempat yang diminta yaitu, selatan Jembatan Minggiran, pelaku minta berhenti. Pelaku turun dari becak lalu pamit hendak buang air besar. Dia berjalan ke arah utara menuju jembatan. Sesampainya di tengah jembatan, pelaku tiba-tiba meloncat.

Dia menceburkan tubuhnya ke anak Sungai Brantas. Seketika, pelaku terseret arus sungai yang deras. Akhirnya pelaku tewas tenggelam di sungai itu. Bejo yang kaget dengan aksi nekat pelaku meminta pertolongan warga. Aparat kepolisian dari Polsek Papar yang mendapatkan laporan datang ke lokasi.

Jenazah Suherman berhasil dievakuasi petugas. Sementara untuk keperluan visum, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri.  Bejo dan sejumlah saksi dimintai keterangan petugas terkait kasus bunuh diri tersebut.

“Berdasarkan keterangan perangkat Desa Pehkulon, pelaku sering sakit-sakitan. Penyakit tersebut diduga membuat pelaku depresi,” kata Bripka Bahroni, Kasi Humas Polsek Papar, Rabu (23/1/2019). [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar