Peristiwa

3 Bulan Ini, Damkar Lamongan Evakuasi 17 Sarang Tawon dan 11 Ular

Petugas Damkar Lamongan saat mengevakuasi ular sanca kembang sepanjang 5 meter di warung milik warga.

Lamongan (beritajatim.com) – Selama 3 bulan, mulai dari Juni hingga akhir Agustus 2021, petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan tercatat telah melakukan pelayan publik dengan 17 kali operasi tangkap tawon (OTT) dan evakuasi 11 ekor ular yang berada di kawasan pemukiman warga.

“Iya, sejak periode Juni hingga Agustus, petugas Damkar Lamongan sudah melakukan operasi tangkap tawon dengan mengevakuasi sebanyak 17 sarang tawon dan 11 ekor ular di beberapa tempat di Lamongan,” ungkap Kabid Damkar Satpol PP Lamongan, Amri, Selasa (31/8/2021).

Diketahui, sarang tawon yang dievakuasi tersebut, Amri menjelaskan, kebanyakan dari jenis Vespa Affanis atau yang akrab disebut masyarakat sebagai tawon Ndas. Berdasarkan data yang tercatat, Amri mengaku, permohonan evakuasi sarang tawon selalu ada di tiap bulan.

Petugas Damkar Lamongan saat melakukan operasi tangkap tawon (OTT) atau mengevakuasi sarang tawon di rumah warga.

“Tawon itu memang cukup berbahaya, sengatannya bisa menyebabkan reaksi alergi berat, nyeri, dan bengkak. Bahkan juga kematian jika disengat oleh tawon dengan jumlah yang sangat banyak. Biasanya evakuasi kami lakukan pada malam hari, hal itu agar seluruh tawon sudah kembali ke sarangnya. Sehingga saat sarang dipindahkan sudah tidak ada tawon yang tersisa,” terangnya.

Sementara itu, untuk jenis ular yang ditangkap, lanjut Amri, terdiri dari ular kobra, ular sanca kembang, dan ular weling. “Dari laporan yang masuk, kebanyakan berjenis ular kobra yang memiliki bisa tinggi. Juga ada ular sanca kembang saat dievakuasi ukurannya lumayan panjang, hingga 5 meter,” sambungnya.

Petugas Damkar Lamongan saat mengevakuasi ular sanca kembang sepanjang 5 meter di warung milik warga.

Lebih lanjut, Amri mengatakan, bahwa setelah melakukan proses evakuasi, ular yang ditangkap itu kemudian dibawa ke kantor. Kabar baiknya, selama 3 bulan terakhir ini tidak ada laporan mengenai korban digigit ular. “Setelah ditangkap biasanya langsung dibawa petugas ke kantor, kadang juga diserahkan kepada pencinta satwa. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan tentang korban yang tergigit ular,” kata Amri.

Sehubungan dengan hal tersebut, Amri mewanti-wanti kepada masyarakat agar berhati-hati ketika menemui ular-ular yang berbisa tinggi. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk lebih sering bersih-bersih rumah dan pekarangan.

“Jika tidak bisa mengevakuasi sendiri, maka dianjurkan kepada warga untuk segera melaporkan atau menghubungi petugas pemadam kebakaran, agar petugas bisa langsung menindaklanjutinya,” ujarnya.

Sebagai informasi, para petugas yang diterjunkan saat mengevakuasi sarang tawon, ular maupun gangguan lainnya ke lokasi itu sudah dibekali dengan berbagai fasilitas pendukung evakuasi, sehingga petugas pun akan lebih aman dan merasa percaya diri saat melakukan proses evakuasi.

Terakhir, bagi warga Lamongan yang ingin melaporkan kejadian kebakaran dan permohonan evakuasi seperti sarang tawon, ular, dan gangguan lainnya tersebut, dapat menghubungi petugas Damkar terdekat di antaranya UPT Damkar Lamongan (0322) 321113, UPT Damkar Paciran (0322) 662113, UPT Damkar Babat 082334268113, dan UPT Damkar Ngimbang 085755926113. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar