Peristiwa

29 Desa Tergenang Banjir Kali Lamong, 12 di Antaranya Mulai Surut

Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 12 desa yang tergenang banjir meluapnya Kali Lamong mulai surut. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, air yang semula setinggi lutut orang dewasa. Kini tinggal telah surut antara 10 hingga 30 centimeter.

Adapun 12 desa tersebut, berada di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Desa itu diantaranya Desa Ngampel, Desa Dapet, Desa Sekarputih jalan lingkungan tergenang 20 hingga 30 cm sepanjang 400 meter. Persawahan tergenang 25 hektar. Berikutnya, Desa Wotansari, Desa Tenggor, Desa Jombangdelik, dan Desa Tanahlandean.

Selanjutnya, Desa Mojogede, Desa Banjaragung, Desa Pucung, Desa Karangsemanding, Desa Balongpanggang. “Dua belas desa itu, rata-rata airnya sudah surut. Dari semula setinggi lutut orang dewasa kini tinggal 10 hingga 30 cm,” ujar Kepala BPBD Tarso Soegito, Senin (14/12/2020).

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Benjeng ada 12 desa yang ketinggian air akibat banjir masih cukup tinggi antara 10 hingga 50 cm. Desa yang dimaksud antara lain Desa Balongmojo, Desa Sedapurklagen ketinggian air masih sekitar 30-50 cm. Sedangkan rumah warga yang tergenang ada 285 rumah, persawahan tergenang 70 hektar, satu sekolah juga mengalami hal yang sama.

Sementara di Desa Lundo air sudah surut. Desa Deliksumber jalan lingkungan tergenang 30 – 40 cm sepanjang 1.400 meter. Rumah warga tergenang 10 – 30 cm, sebanyak 530 rumah. Persawahan tergenang 50 hektar. Satu unit sekolah juga tergenang Desa Kedungrukem, rumah warga tergenang 30 – 50 cm, sebanyak 723 rumah. Area persawahan tergenang 45 hektar.

Selanjutnya, Desa Munggugianti, rumah warga tergenang 50 – 30 cm, sebanyak 225 rumah. Persawahan tergenang 95 hektar. Desa Kalipadang, rumah warga tergenang 30 – 60 cm, sebanyak 202 rumah. Desa Bulurejo rumah warga tergenang 30 – 60 cm, sebanyak 1.052 rumah. Desa Sirnoboyo rumah warga tergenang sebanyak 525. Desa Klampok rumah warga tergenang 30 – 60 cm, sebanyak 345 rumah. Desa Karangan Kidul, rumah warga tergenang 30 – 60 cm, sebanyak 50 rumah. Sedangkan Desa Kedungsekar rumah tergenang sebanyak 215 unit. “Dari 12 desa itu yang berada di wilayah Kecamatan Benjeng rata-rata masih di ketinggian 30 hingga 60 cm, dan ribuan rumah warga masih terendam banjir,” ungkap Tarso.

Ia menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Cerme ada 5 desa tergenang. Namun, sebagian besar area persawahan dan jalan lingkungan desa yang tergenang 10 hingga 50 cm. “Terkait dengan kejadian ini, kami terus melakukan kordinasi dengan instansi terkait. Termasuk diantaranya mendirikan posko dan dapur umum,” imbuhnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar