Peristiwa

Ini 28 Titik Potensi Banjir Kota Malang yang Perlu Diwaspadai

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto.

Malang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengungkapkan ada 28 titik potensi banjir di wilayahnya. Puluhan titik itu wajib diwaspadai apalagi beberapa daerah di Jatim termasuk Kota Malang masuk puncak musim penghujan.

“Saat ini hujan deras hanya terjadi di Kota Batu, tapi berpengaruh pada meluapnya sungai di Kota Malang. Kami pun lakukan koordinasi dengan lintas BPBD diantaranya Kota Batu dan Kabupaten Malang,” kata Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto, Rabu, (8/1/2020).

Alie mengungkapkan, beberapa daerah yang masuk 28 titik area berpotensi banjir seperti kawasan Jalan Bondowoso, Jalan Galunggung, Jalan S. Parman, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Panji Suroso. Sementara dampak dari meluapnya debit air sungai, nyaris disepanjang Daerah Aliran Sungai Brantas.

“Saat hujan paling diwaspadai adalah debit air Sungai Brantas seperti di Kampung Warna-warni. Sedangkan di area perkotaan lebih disebabkan karena aliran air selokan yang tersumbat karena sampah,” papar Alie.

Alie mengatakan kini Pemkot Malang terus menggalakan kegiatan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS). Selain itu, untuk jangka panjang potensi DAS Brantas dia menyarankan instansi terkait untuk melakukan reboisasi hutan dan lahan untuk mencegah banjir dari hulu.

“Selain banjir ada potensi angin kencang dan tanah longsor. Jadi yang harus dilakukan pertama mitigasi atau upaya pencegahan bencana. Kedua, saat terjadi bencana, harus jelas siapa mengerjakan apa, persiapan SDM, serta sarana prasarana. Serta yang terakhir adalah apa yang dilakukan pasca bencana,” tandas Alie. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar