Peristiwa

28 Desa di Sumenep Krisis Air Bersih

Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 28 desa yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Sumenep terancam mengalami krisis air bersih.

“Data itu berdasarkan hasil pemetaan di lapangan. Sebagian besar memang merupakan desa-desa langganan kekeringan. Hampir di setiap musim kemarau, pasti krisis air bersih,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi, Kamis (1/10/2020).

Ia menjelaskan, desa-desa yang mengalami kekeringan itu terdiri dari kering kritis dan kering langka. Kering kritis apabila kebutuhan air di desa itu maksimal 10 liter per orang per hari untuk kebutuhan air minum dan memasak. Kemudian jarak yang harus ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh tiga kilometer lebih.

“Sedangkan kering langka itu apabila kebutuhan air di desa itu di bawah 10 liter per orang per hari. Jarak yang harus ditempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sejauh setengah hingga tiga kilometer,” papar Rahman.

Ia menjelaskan, hingga saat ini telah ada desa-desa di tujuh kecamatan yang mengajukan permohonan untuk suplai air bersih. “Bantuan air bersih itu akan kami penuhi sesuai data dan pengajuan dari pihak kecamatan. Yang jelas kami mengutamakan daerah yang mengalami kering kritis,” ucapnya.

Tujuh kecamatan yang mengajukan bantuan tersebut meliputi, Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Rubaru, Talango, Saronggi, Batang-batang dan Kecamatan Ambunten. “Kekeringan yang cukup parah ada di sejumlah desa di Kecamatan Pasongsongan dan Batuputih,” ujarnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar