Peristiwa

264 CJH di Mojokerto Tak Lunasi Bipih

CJH Mojokerto
CJH asal Kabupaten Mojokerto melakukan pelunasan Bipih di Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) — Kantor Kementerian Agam (Kemenag) Kabupaten Mojokerto mencatat, di hari terakhir pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun keberangkatan 2023, hanya ada 1.123 CJH yang melunasi. Sehingga ada sebanyak 264 CJH tak melunasi Bipih sisa biaya senilai Rp 30,9 juta tersebut.

Data tersebut diperoleh Kemenag Kabupaten Mojokerto pada penutupan pelunasan Bipih, Jumat (12/5/2023) sekira pukul 17.00 WIB kemarin. Padahal, sebelumnya Kemenag telah memperpanjang masa pelunasan bipih, dari yang sebelumnya 5 Mei 2023 menjadi 12 Mei 2023.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M Zainut Tamam mengatakan, pada jadwal semula, Kemenag hanya mendapat konfirmasi pelunasan sebanyak 993 CJH atau sekitar 71 persen dari total kuota keberangkatan tahun ini.

iklan adidas

“Namun setelah diperpanjang sepekan, terjadi tambahan sekitar 130 CJH yang berhasil menutup biaya menuju tanah suci. Sehingga jumlah jamaah yang sudah dipastikan bakal berangkat menunaikan haji setara 81 persen dari kuota,” ungkapnya, Sabtu (13/5/2023).

Baca Juga: Kuota Haji Bertambah, 111 CJH Cadangan Mojokerto Siap Isi

Dengan tidak melunasi Bipih, lanjut Tamam, ratusan CJH tersebut keberangkatannya tertunda tahun depan. Sebanyak 264 CJH yang tidak melunasi bipih dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah karena banyak CJH meninggal dunia sebelum berangkat karena faktor usia.

“Sementara ahli warisnya juga belum siap baik secara mental, fisik maupun materi untuk bisa bertolak menuju Baitullah. Selain itu, ada pula jamaah yang sengaja menunda lantaran pendamping atau pasanganya tidak masuk dalam kuota keberangkatan tahun ini sehingga mereka ikut menunda keberangkatan dengan tidak melunasi bipih,” jelasnya.

Faktor lain yang besar pengaruhnya adalah, tegas Tamam, faktor ekonomi jamaah dalam melunasi Bipih. Angka ini melonjak tajam dari tahun 2022 lalu yang hanya Rp 17,5 juta. Meski tidak melunasi Bipih, namun porsi ratusan CJH tersebut tetap menjadi prioritas tahun depan.

“Artinya, mereka tetap akan terpanggil kembali sesuai porsi pendaftaran yang yang sudah diatur di sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) pada 2024 nanti. Karena mereka sudah mendapat porsi lebih awal, maka tetap akan terpanggil dalam kuota keberangkatan di tahun berikutnya,” urainya.

Tamam juga belum mendapat konfirmasi tambahan dari Kemenag pusat adanya masa pelunasan tahap kedua. Yang biasanya dikhususkan bagi CJH yang sudah lunas namun gagal sistem dan CJH usulan penggabungan mahram atau pendamping. Namun pihaknya mengaku belum ada pertunjuk dari Kemenag Pusat. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar