Peristiwa

250 Aparat Gabungan Amankan Mudik di Ponorogo

Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Aziz. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pengamanan larangan mudik di Ponorogo sudah dimulai sejak tanggal 22 April hingga 24 Mei nanti. Sebanyak 250 personel gabungan, baik dari Polri, TNI, Pemkab dan relawan diterjunkan untuk larangan mudik lebaran Idul Fitri.

“Untuk saat ini pengamanan larangan mudik bersifat mobile atau patroli berpindah-pindah,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis, Selasa (27/4/2021).

Lain halnya jika sudah tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, pos pengamanan akan dibangun oleh Polres Ponorogo di 5 titik. Aziz menyebut 5 titik tersebut, yakni pos pengamanan Biting Badegan, pos pengamanan Sawoo, pos pengamanan Mlilir, pos pengamanan alun-alun dan pos pengamanan tempat wisata Telaga Ngebel.

“Polres Ponorogo akan bangun pos pengamanan di 5 titik, yaitu di Biting Badegan, Sawoo, Mlilir, alun-alun dan telaga Ngebel,” katanya.

Mengantisipasi pemudik yang masih nekat menerobos, Aziz mengungkapkan tidak akan menyuruh putar balik ke Jakarta atau perantauannya, namun si pemudik tersebut harus melewati screning ketat. Mulai dari melakukan tes GeNose hingga pemeriksaan swab jika ada indikasi mengarah Covid-19.

“Kalau yang dari Jakarta sudah sampai sini, ya tidak akan kita suruh putar balik. Kan di Jakarta sudah dilakukan penyekatan juga, semoga ya tidak ada yang lolos ke daerah,” katanya.

Aziz mengungkapkan pihaknya juga akan memperdayakan satgas penanganan covid 19 tingkat desa untuk memaksimalkan PPKM mikro. Jika ada yang warga pendatang positif, satgas penanganan Covid-19 tingkat desa akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

“Kami akan intens komunikasi dengan Dinkes atau satgas desa, jika ada pendatang positif, apakah menjalani isolasi di balai desa, shelter atau rumah sakit,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar