Iklan Banner Sukun
Peristiwa

24 Sapi Terjangkit PMK, Pasar Hewan Seluruh Magetan Tutup

Salah satu sapi di peternakan milik Sigit warga Desa Sugihrejo, Kawedanan, Magetan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Magetan (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan menutup sementara pasar hewan usai ditemukan 24 ekor sapi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku. Penutupan berlangsung hingga seluruh sapi dinyatakan sudah sehat kembali.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, menjelaskan penutupan pasar hewan dilakukan untuk membendung ternak yang datang ataupun dibawa ke luar Magetan.

“Begitu dinyatakan Magetan terdampak PMK, SOP-nya yakni pasar hewan wajib tutup, tata niaga ternak keluar Magetan dilarang. Istilahnya, seperti penanganan Covid. Magetan lockdown sampai dinyatakan tidak ada kasus dan gejala klinis pada ternak positif PMK sudah hilang dan sembuh,” kata Nur Haryani pada beritajatim.com, Senin (16/5/2022)

Dia tak menampik bahwa biasanya perdagangan hewan ternak pasti ramai terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha 2022. Penyebaran PMK yang cepat membuat pemkab terpaksa harus menutup lalu lintas ternak.

”Kami juga menerapkan lockdown lokal untuk kandang yang terdapat sapi yang terpapar PMK. Siapapun yang masuk dibatasi hanya satu orang saja khususnya bagi yang merawat sapi,” kata Nur.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk membantu pengawasan. Khususnya bagi pasar hewan yang terpaksa harus ditutup untuk pencegahan PMK.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, drh. Nur Hayani per tanggal 15 Mei 2022, terdapat 24 ekor sapi di wilayah Magetan dinyatakan positif PMK. Sehingga ada pengkondisian tertentu. Kejadian pertama tanggal 12 Mei di Panekan. Namun ditegaskan bahwa semua produk peternakan baik daging maupun susu tetap aman untuk dikonsumsi asal diproses dengan baik.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak berkuku genap adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Gejala yang tampak yakni demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak, dan air liur kental.

Hewan ternak yang bisa terkena wabah PMK antara lain sapi, kerbau, unta, kambing, domba, dan babi. PMK umumnya tidak mematikan bagi hewan ternak yang sudah dewasa. Namun, bagi hewan yang masih muda, PMK bisa menjadi sangat serius dan menimbulkan kerugian produksi yang sangat tinggi. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar