Iklan Banner Sukun
Peristiwa

24 Sapi di Magetan Terjangkit PMK Bikin Peternak Khawatir Merugi

Ilustrasi

Magetan (beritajatim.com) – Fakta 24 ekor sapi dinyatakan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Magetan membuat para peternak khawatir. Penularan penyakit tersebut berpotensi menimbulkan kerugian yang besar secara ekonomi bagi para peternak.

Salah satu peternak sapi di Desa Jonggrang, Barat, Magetan, Suwaji (53) merasakan kekhawatiran tersebut. Dia mengaku belum banyak tahu soal PMK lantaran sosialisasi dari Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan belum diterima.

“Terakhir yang datang ke sini hanya Bhabinkamtibmas dan hanya melakukan pendataan saja terkait jumlah ternak dan bagaimana kondisinya saat ini. Kalau untuk dinas sendiri masih belum pernah datang langsung,” kata Suwaji pada beritajatim.com, Minggu (15/5/2022).

Terdapat 12 ekor sapi milik Suwaji yang seluruhnya dalam kondisi sehat. Dia pun mengaku was-was dan berharap jangan sampai ternaknya terjangkit penyakit menular tersebut.

Suwaji juga mengatakan sementara ini, dia hanya melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan di kandang menggunakan desinfektan. Dia juga belum menyiapkan obat-obatan untuk cadangan jika ternaknya sakit.

”Untuk penyemprotan, saya biasa pakai desinfektan biasa. Kami akan membatasi siapa saja yang ke kandang agar tak ada orang yang membawa virus,” katanya.

Dia khawatir jika ada sapi terjangkit dan mati, maka kerugian tak terhindarkan. Untuk sapi betina kerugiannya mulai Rp10 juta, dan bisa mencapai Rp30 juta jika sapi jantan. Suwaji mengharap segera ada tindakan cepat dari Disnakkan.

”Kami mengharapkan segera ada langkah pasti dari Disnakkan bagi kami peternak. Meski saat ini sapi kami sehat, setidaknya kami diberitahu bagaimana cara mengantisipasinya agar kami bisa waspada,” katanya.

Untuk diketahui, sebanyak 24 sapi di Magetan positif terjangkit PMK. Total 21 sapi di sebuah peternakan di Desa Sugihrejo, Kawedanan, Magetan dan sisanya di Desa Turi, Panekan, Magetan. (fiq/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar