Peristiwa

23 Unit Komputer Terbakar, Siswa MA Syarif Hidayatullah Mojokerto Tetap Ujian

Siswa MA Syarif Hidayatullah Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran yang terjadi di Madrasah Aliyah Syarif Hidayatulloh Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tak hanya membakar ruang laboratorium, dua ruang kelas saja tetapi juga membakar 23 unit komputer. Meski begitu Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tetap digelar.

Api menjilat ruang laboratorium, ruang kantor dan dua ruang kelas yakni Kelas XI dan Kelas X MA. Karena sebanyak 23 unit ruang komputer ikut terbakar, akhirnya puluhan siswa kelas XII harus pindah ujian di ruang laboratorium komputer milik Madrasah Tsanawiyah (MTS) Karya Bakti yang masih satu yayasan dengan MA Syarif Hidayatulloh.

Kepala Sekolah MA Syarif Hidayatulloh, Achmad Fakih mengatakan, sebanyak 23 unit komputer di ruang laboratorium tidak bisa digunakan ujian karena terbakar. “Siswa kelas X dan XI diliburkan, sedangkan siswa kelas XII ujian sejak Senin sampai Rabu besok. Kemenang sudah memberikan solusi, yang penting anak-anak bisa ujian,” ungkapnya, Selasa (10/3/2020).

Masih kata Fakih, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto memberikan solusi agar siswa kelas XII menggelar UAMBN-BK di ruang laboratorium milik MTS Karya Bakti. MTS Karya Bakti, lanjut Fakih, masih satu yayasan dengan MA Syarif Hidayatullah.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma), Kantor Kemenang Kabupaten Mojokerto, Zainut Tamam menambahkan, siswa XII MA Syarif Hidayatulloh tetap melaksanakan ujian agama nasional. “Kami ambil langkah agar anak-anak tetap bisa mengikuti UAMBN-BK Madrasah pada pagi hari ini,” ujarnya.

Dipilihnya MTs Karya Bakti lantaran di di MTs yang masih satu yayasan dengan MA Syarif Hidayatullah tersebut mempunyai laboratorium komputer. Pihaknya membagi ujian menjadi dua sesi, sesi pertama pukul 09.00 WIB yang diikuti 18 siswa, sedangkan sesi kedua pukul 11.30 WIB yang diikuti 17 siswa.

“Pembagian waktu itu dilakukan karena jumlah komputer terbatas sehingga disesuaikan dengan jumlah siswa yang berjumlah hanya 35 siswa. Hari terakhir besok. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.30 WIB dan sesi kedua pukul 10.30 WIB sampai pukul 13.00 WIB,” tandasnya.

Sebelumnya, kabakaran hebat terjadi di gedung Madhasah Aliyah Syarif Hidayatullah di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/3/2020) dini hari. Api membakar dua ruang kelas, ruang laboratorium dan belasan unit komputer. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar