Peristiwa

2019, Korban Meninggal Kecelakaan Lalu Lintas di Mojokerto Capai 152 Jiwa

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jumlah korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto sepanjang tahun 2019 mengalami penurunan dibanding tahun 2018 lalu. Penurunan jumlah korban meninggal tersebut mencapai enam persen dibanding tahun sebelumnya.

Data Satlantas Polres Mojokerto mencatat, kasus kecelakaan di tahun 2018 sebanyak 897 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 153 jiwa. Sedangkan tahun 2019, ada 951 kasus dengan total korban meninggal dunia 152 jiwa. Jumlah korban meninggal mengalami penurunan satu angka dibanding tahun sebelumnya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, jumlah korban jiwa memang alami penurunan, hanya saja tercatat jumlah kasus kecelakaan mengalami kenaikkan. Faktornya tak hanya kesalahan pengendara, tapi juga kondisi jalanan di wilayah hukum Polres Mojokerto yang bergelombang.

“Kecelakaan yang terjadi di wilayah Polres Mojokerto memang selalu diawali dari pelanggaran, tapi kondisi jalan bergelombang dan minimnya rambu-rambu jadi faktor lain sebabkan korban jiwa. Jumlah korban meninggal turun tapi jumlah kasusnya naik,” ungkapnya, Rabu (1/1/2020).

Tak hanya itu, adanya jalur-jalur tengkorak atau black spot yang cukup banyak di sejumlah wilayah hukum Polres Mojokerto juga menjadi sorotan yang sangat serius. Menurutnya, Kabupaten Mojokerto secara geografis banyak persimpangan dan titik-titik jalur tengkorak juga relatif banyak.

“Seperti yang sudah kita ketahui antara lain di Pacing Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Gondang dan kasus kecelakaan banyak terjadi karena jalur tengkorak yakni di Kecamatan Pacet. Petugas juga sudah banyak memberikan surat tilang lantaran banyaknya pelanggaran,” katanya.

Tercatat, Satlantas Polres Mojokerto di tahun 2019 sudah mengeluarkan sebanyak 28.618 surat tilang. Lebih sedikit dibanding dengan tahun 2018 sebanyak 31.221 surat tilang. Denfab didominasi jenis pelanggaran terbanyaj yakni kelengkapan surat kendaraan bermotor sebanyak 13.774, lebih banyak dibanding tahun 2018 yakni 12.715.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar