Peristiwa

Tak Bawa KTP, 2 Mahasiswa Ini Dilarang Masuk Surabaya

Pemeriksaan di check point Bundaran Waru.

Surabaya (beritajatim.com) – Ketegasan petugas gabungan yang menjaga check point Bundaran Waru tak perlu diragukan lagi. Setiap orang yang tidak memiliki keperluan jelas, terlebih lagi yang menggunakan kendaraan berplat nomor selain L dan W, tidak akan diizinkan masuk ke Kota Surabaya.

Pantauan beritajatim.com di lokasi pada hari Senin (4/5/2020) pagi misalnya. Dua orang yang mengaku mahasiswa di salah satu kampus di Malang tidak diizinkan masuk Surabaya. Pasalnya, selain menggunakan dua kendaraan berplat nomor M, mereka juga tidak mampu menunjukkan KTP. Meski, keduanya bersikukuh merupakan warga Surabaya.

“Kami ini mahasiswa, Pak, mau pulang ke rumah dari Malang. Di Malang tidak ada aktifitas, makanya mau pulang ke rumah,” ujar salah satu dari keduanya ketika ditanyai oleh salah satu petugas gabungan.

Tak kalah cerdik, salah satu petugas gabungan yang merupakan personel Dishub meminta keduanya menunjukkan KTP atau identitas lain yang menunjukkan jika mereka merupakan warga Kota Surabaya. “Kalau tidak ada identitas yang jelas menunjukkan warga Surabaya silakan putar balik,” tegas petugas itu.

Merasa sudah tidak memiliki alasan lagi, tak lama kedua mahasiswa itu langsung memutarbalikkan kendaraannya untuk mengarah ke luar Kota Surabaya.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto memastikan jika pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terus dievaluasi. Eddy menyatakan, penyemprotan disinfektan juga masih tetap dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya.

Penyemprotan difokuskan pada wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. “Pembagian sembako (CSR) hari ini juga masih berlangsung di Convention Hall ke beberapa kecamatan yang belum,” ungkap dia.

Sedangkan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan), maupun PDP (pasien dalam pengawasan), juga masih tetap dilakukan.

Eddy mengaku, Dinas Kesehatan melalui jajaran di Puskesmas, rutin melakukan pemantauan dan memberikan permakanan kepada mereka. “Kami dari tim Linmas melalui Kasatgas juga mendekati orang-orang yang terkonfirmasi positif namun rawat jalan, kita komunikasi supaya bisa mereka masuk isolasi atau rawat inap,” paparnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar