Peristiwa

2 Korban Selamat Dirawat di RSUD RA Basoeni Mojokerto

Dokter IGD RS Basoeni, dr Evy Maretnawati. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kecelakaan kerja di PT Energi Agro Nusantara (ENERO) menyebabkan tiga pekerja tewas. Ketiga tewas sebelum menjalani perawatan di IGD RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sementara dua pekerja lainnya masih menjalani perawatan.

Dokter IGD RS Basoeni, dr Evy Maretnawati mengatakan, pihak RSUD RA Basoeni menerima tiga pasien lebih dulu dalam kondisi meninggal. “Tiga datang dulu, tiga datang ke IGD sudah dalam kondisi meninggal. Kemudian datang lagi dua. Dua shock, setelah dimandikan dan ditanggapi,” ungkapnya, Sabtu (11/4/2020).

Masih kata dr Evy, pihaknya memastikan jika kondisi tiga korban sudah meninggal saat datang ke IGD Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Mojokerto. Sementara dua korban langsung langsung ditanggani tim medis dan kondisi keduanya sudah mulai membaik.

“Yang 2 Insya Allah baik-baik saja, bagus. 3 meninggal saat datang ke RS. Dugaan keracunan bau etanol, tidak ada luka. Dua aman tidak ada luka, mungkin karena campur shock liat temannya tidak ada (meninggal, red) dan menghirup. Tapi kondisinya sudah kita lakukan tindakan medis, sesuai prosedur Insya Allah baik-baik saja,” katanya.

dr Evy menambahkan, kedua korban selamat saat ini masih dirawat dan menjadi nanti rawat inap di RSUD RA Basoeni. Pihaknya menduga, ada dua kemungkinan terkait kecelakaan kerja yang dialami korban tewas dan selamat.

“Mungkin sedang membuka tangki ada kiriman atau truk sedang kirim etanol, saat buka gasnya menyembur. Kalau jatuh ke lubang etanol sepertinya tidak, mereka juga APD. Apakah pakai APD lengkap? Kita juga tidak tahu di sana posisinya karena kami disini hanya menanggapi kasus medisnya saja. Yang tahu pihak pabrik, saat dikirim kesini lepas APD,” pungkasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar