Peristiwa

2 Kecamatan di Pamekasan Masuk Katagori Kuning dan Merah

Pamekasan (beritajatim.com) – Dua dari 13 kecamatan berbeda di kabupaten Pamekasan, masuk wilayah katagori kuning dan merah dalam peta sebaran Covid-19 yang dirilis Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, per pukul 13:00 WIB, Senin (30/3/2020).

Kedua kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Pamekasan (Kota), kondisi tersebut tidak lepas dari adanya warga yang tercatat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta warga dengan status Positif Covid-19.

Berdasar rilis peta sebaran Covid-19 di kabupaten Pamekasan, tercatat sebanyak 2.947 warga tercover sebagai Orang Dalam Resiko (ODR), sebanyak 128 warga di antaranya masuk sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP), serta satu orang tercatat sebagai PDP dan satu orang lainnya positif Covid-19.

Dari total tersebut, Kecamatan Pademawu masuk katagori merah dengan catatan sebanyak 312 ODR, sebanyak 12 ODP dan satu orang dinyatakan positif. Sementara kecamatan Pamekasan masuk katagori kuning dengan catatan sebanyak 312 ODR, 16 ODP serta satu orang PDP.

Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Pamekasan, per Senin (30/3/2020).

Sedangkan untuk 11 kecamatan lainnya masih dalam status hijau, sekalipun sebagian besar di wilayah tersebut juga tersebar ratusan atau bahkan ribuan orang tercatat sebagai ODR. Sebab mereka merupakan warga yang masuk Pamekasan dari wilayah zona merah penyebaran virus corona.

Guna meminimalisir sekaligus mengantisipasi penambahan sebaran wabah, Pemkab Pamekasan bersama Tim Covid-19 serta sejumlah komunitas relawan, bahu membahu melakukan berbagai upaya pencegahan. Semisal penyemprotan cairan disinfektan hingga sosialisasi physical distancing.

Upaya lainnya di antaranya penyempotan secara langsung bagi warga yang datang dari zona merah penyebaran virus corona. Hal itu dilakukan di sejumlah titik berbeda, salah satunya di Terminal Ronggosukowati, Ceguk, Tlanakan.

Tidak hanya itu, mereka juga bekerja ekstra keras untuk mensosialisasikan berbagai himbauan yang dikeluarkan pemerintah. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah hingga himbauan dari Polri seputar upaya pencegahan penumpukan massa di satu titik. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar