Peristiwa

188 Tangki Air Bersih Disuplai untuk Warga Duyung Hingga 3 Bulan Kedepan

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menyerahkan sejumlah bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Yakni di Desa Duyung, Kecamatan Trawas dan Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, bencana kekeringan di Kabupaten Mojokerto ditetapkan sejak Juli 2019. “Yakni dari status siaga darurat menjadi tanggap darurat. Selain itu juga terdapat bencana kabakaran yang terjadi sejak 29 Juli,” ungkapnya, Selasa (6/8/2019).

Masih kata Zaini, hingga saat ini masih ada beberapa titik-titik api di lereng Gunung Welirang. Untuk mengatasi kekeringan di Duyung, tegas Zaini, tim penanganan akan menyuplai 188 tangki air bersih dengan kapasitas 4.000 liter air selama tiga bulan ke depan.

“Sedangkan untuk Kecamatan Ngoro, pemberian bantuan air bersih akan dipusatkan pada tiga desa. Yakni Kutogirang sebanyak 116 tangki, Manduro Manggunggajah 116 tangki, dan paling banyak untuk Desa Kunjorowesi sebanyak 316 tangki,” katanya.

Zaini juga menegaskan bahwa penanganan akan melibatkan seluruh instansi terkait. Pihaknya juga kerjasama dengan PDAM dan koordinasi dengan Tim Propinsi Jawa Timur. Serta kerjasama dengan sejumlah badan usaha atau CSR, masyarakat, akademisi, dan media.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menargetkan Kabupaten Mojokerto harus cukup air bersih dalam waktu dua tahun. “Kami berupaya penuh (menangani bencana kekeringan, red). Dua tahun ke depan, Kabupaten Mojokerto harus sudah kecukupan air bersih,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini, kondisi geografis Kabupaten Mojokerto saat ini memang rawan sehingga bencana kerap terjadi. Namun, tegas Wakil Bupati, japi jangan sampai sumber air bersih hilang karena air adalah kebutuhan utama. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar