Peristiwa

180 Sapi di Ponorogo Terpapar PMK, Menyebar di 12 Kecamatan

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo Masun (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah tiga bulan terakhir tidak ada pelaporan kasus, pertengahan bulan Januari lalu ada lagi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti sapi-sapi di Kabupaten Ponorogo. Hingga hari Kamis (26/01) ini, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo mencatat ada 180 kasus baru PMK di bumi reog.

Jika kasus PMK beberapa bulan lalu sebagian besar berkutat di Kecamatan Pudak, kini ratusan sapi yang terjangkit menyebar di 12 kecamatan di Kabupaten Ponorogo.Namun, pihak Dispertahankan tidak menyebut, bawa 12 kecamatan itu mana saja.

“Dari 180 kasus baru PMK itu, kasus tertinggi di Kecamatan Bungkal dan Slahung,” kata Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Masun, Kamis (26/01/2023).

Masun menyebutkan bahwa setelah tiga bulan tidak ada kasus PMK, pertama kali ternak warga terkena PMK lagi berada di Desa Munggung Kecamatan Pulung. Kasus itu dilaporkan sekitar tanggal 10 Januari lalu. Kasus PMK pertama pada tahun 2023 itu, yang di Desa Munggung akhirnya sapi yang terpapar itu mati.

“Jadi dari total 180 kasus baru ini, yang dilaporkan sapinya mati, ya di Desa Munggung itu,” katanya.

Jika dilihat dari data sebaran sapi yang terkena PMK tahun 2023 ini, Masun menyebut bahwa terbanyak di wilayah kerja Puskeswan Jetis. Adanya temuan baru kasus PMK, Ia menduga bahwa penularannya dari peningkatan keluar masuk transportasi ternak sepanjang natal dan tahun baru (nataru) lalu.

“Beberapa ternak kita identifikasi masuk dari Wonogiri dan Magetan. Selain itu, sapi-sapi yang masuk itu belum divaksin. Sehingga masuk ke bumi reog diduga membawa virus PMK,” katanya.

Untuk mencegab merebaknya lagi virus PMK itu, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo sudah melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektor. Dimana dari rapat yang dilakukan, disepakati kebijakan-kebijakan yang akan segera dilakukan. Mulai dari bio security diperketat, disinfeksi pada pasar hewan, pengobatan kepada ternak yang sakit dan menggencarkan lagi vaksinasi.

“Ada 4 hal yang harus dilakukan untuk menekan dan antisipasi merebaknya lagi PMK. Hal-hal yang dimaksud juga sudah disepakati oleh pejabat lintas sektor. Ada TNI, Polri, Perdagkum dan BPBD Ponorogo,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar