Peristiwa

18 Warga Terpapar Covid, 60 Warga Tlogomas Malang Langsung Jalani Swab

Tes swab PCR di perumahan Permata Hijau dan Bukit Hijau, Tlogomas, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji langsung memerintahkan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan tracing dan testing atas temuan 18 warga Perumahan Bukti Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang positif Covid-19. Test Swab PCR dilakukan pada 60 orang yang masuk kategori kontak erat dengan pasien positif, pada Senin (17/5/2021).

“Harapannya menyasar preventif, supaya nanti tidak ada penyebaran ke tempat-tempat yang lain. Saya tidak ingin nanti ada klaster-klaster yang berlebihan. Karena dikhawatirkan orang-orang ini membawa virus ke masyarakat yang lain,” ujar Sutiaji.

Untuk 18 orang yang terkonfirmasi positif kini sudah dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di rumah. Dalam waktu dekat yang isolasi mandiri akan dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan (Idjen Boulevard) dan Safe House (Rumah Karantina, Jalan Kawi). Swab PCR awalnya menyasar 34 orang. Tetapi karena melihat potensi penyebaran meluas swab PCR menyasar 60 orang dengan kategori kontak erat.

“Jadi untuk itu sekali lagi bahwa saat ini kita dihencakkan (kaget) oleh kejadian luar bisa di Kota Malang. Jadi sekali lagi ini sangat membuat prihatin kita semua. Tapi kita tetap waspada, bahwa Covid itu belum selesai, belum punah dari Indonesia, utamanya di Kota Malang. Tetaplah pakai protokol kesehatan,” papar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, selain uji swab PCR mereka memerintahkan Dinkes Kota Malang dan BPBD Kota Malang melakukan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan. Pemkot Malang juga memuji langkah cepat perangkat RW yang menutup sementara Masjid Al-Qawar yang diduga menjadi klaster penyebaran Covid-19.

“Kebijakan dari pemerintah sudah dilaksanakan masyarakat ada penutupan sementara tempat ibadah selama 14 hari. Juga ada sterilisasi ini juga harus dimaklumi dan dipahamkan kepada seluruh masyarakat, kalau tempat ibadah disini ditutup harapan kami jangan berpindah ke tempat ibadah yang lain. Dikhawatirkan orang-orang ini membawa virus ke masyarakat yang lain. Dan ini perlu pemahaman,” tandasnya. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar