Peristiwa

Kawasan Daop 7 Madiun

15 Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Api

Kediri (beritajatim.com) – PT KAI Daop 7 Madiun bersama instansi terkait, Kepolisian Polres Kediri Kota dan Polres Kediri, Dinas Perhubungan Kota dan Kabupaten Kediri serta Jasa Raharja memasang spanduk berisi imbauan di perlintasan kereta api Hayam Wuruk Kota Kediri.

“Pemasangan spanduk imbauan ini adalah bagian dari sosialisasi keselamatan bagi pengguna kendaraan bermotor saat melalui perlintasan kereta api,” kata Wisnu Pramudyo, selaku Kepala PT KAI Daop 7 Madiun, Rabu (18/9/2019).

Sosialisasi tersebut dilakukan petugas seiring meningkatnya jumlah kecelakaan di perlintasan kereta akhir-akhir ini.  Sesuai undang-undang No 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan,  setiap pengguna kendaraan bermotor wajib mendahulukan jalannya kereta saat akan melintas di perlintasan kereta.

Selain memasang spanduk imbauan, petugas juga membagikan brosur berisi pesan keselamatan kepada pengguna kendaraan bermotor. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu dan lebih meningkatkan kewaspadaan saat melintas di perlintasan kereta, terutama yang tidak berpalang pintu.

Di kawasan Daop 7 Madiun terdapat 286 perlintasan kereta api resmi dan 8 sebidang perlintasan tidak resmi. Penggunaan perlintasan sebidang antara perjalanan kereta api dan kendaraan lain ini acap kali mengakibatkan terjadinya kecelakaan fatal.

Data Daop 7 Madiun menyebutkan,  telah terjadi 36 kali kecelakaan yang menelan korban jiwa 15 orang selama September 2019. Sementara itu, kegiatan sosialisasi keselamatan itu dengan menggandeng unsur-unsur terkait, seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan serta Jasa Raharja. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar