Peristiwa

139 Sungai Kepung Banyuwangi, 10 Kecamatan Terancam Banjir

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharam saat ditemui di Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang, Kecamatan Kalipuro beberapa waktu lalu. (rin/dok)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, menyatakan daerahnya sebagai salah satu daerah yang rawan banjir. Kondisi ini terlihat dari letak geografis serta terdapat hilir sungai besar yang membelah wilayah Bumi Blambangan ini.

Bahkan, jumlah sungai di Banyuwangi mencapai 139 sungai besar yang terletak di sejumlah kecamatan. “Ancaman banjir itu bisa datang sewaktu-waktu. Kalau kita mencatat ratusan sungai itu berada di hampir seluruh wilayah Banyuwangi,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Eka Muharam, Minggu (5/1/2020).

Selain itu, kata Eka, bukan hanya banyaknya jumlah sungai saja yang dapat menyebabkan potensi ancaman banjir. Tapi, kondisi sungai juga dapat menjadi penyebab banjir. “Faktor yang menyebabkan banjir itu juga bisa dari pendangkalan maupun penyempitan sungai yang membuat fungsi sungai terganggu,” jelasnya.

Terlebih, adanya faktor perilaku warga yang dinilai kurang ramah dengan lingkungan. “Jadi ada faktor alam, ada faktor pembangunan infrastruktur dan faktor manusia. Kalau manusia ini biasanya mereka membuang sampah sembarang atau ke sungai,” ungkapnya.

Selain itu, musim penghujan yang mulai turun di Banyuwangi menjadi ancaman tersendiri bagi daerah ini. Pasalnya, dari catatan mitigasi bencana banjir BPBD Banyuwangi, ada 10 kecamatan yang menjadi daerah rawan banjir.

“Jadi kita sudah melakukan asesmen dari 25 kecamatan di Banyuwangi ini ada 10 kecamatan yang rawan terjadi banjir. Yaitu ada di Kecamatan Wongosorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Blimbingsari, Kabat, Rogojampi, Muncar, Singojuruh, Siliragung dan terakhir adalah Kecamatan Pesanggaran,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar