Iklan Banner Sukun
Peristiwa

13 Tersangka Narkotika Ditangkap Polres Lamongan, Termasuk Residivis Asal Surabaya

Konferensi pers ungkap kasus Narkotika di Mapolres Lamongan, Senin (25/4/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Selama Ramadan, Satuan Resnarkoba Polres Lamongan berhasil mengungkap 11 kasus narkoba yang terjadi di wilayah Lamongan.

Dari 11 kasus itu, ada 13 orang tersangka yang kini telah diamankan. Selain itu, satu tersangka di antaranya adalah residivis.

“Ada 13 tersangka dari 11 kasus narkoba yang berhasil diamankan menjelang Ops Ketupat Semeru 2022. Ada juga yang residivis asal Surabaya, bernama Frendi, yang pernah ditangkap tahun 2017 dengan kasus lain, yakni pencabulan,” ujar Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, di Mapolres Lamongan, Senin (25/4/2022).

Lebih lanjut, Miko menuturkan, jika kepolisian tak hanya mengamankan para tersangka, namun juga beserta barang bukti berupa sabu, pil dobel L, pil carnophen, dan sejumlah barang bukti lain.

Penangkapan tersebut, sambungnya, dilakukan terhitung mulai tanggal 5 April 2022 hingga 21 April 2022. Selain itu, kata Miko, TKP (tempat kejadian perkaranya) pun berbeda-beda.

“Barang bukti itu terdiri dari 9,27 gram sabu, 141 butir pil carnophen, 217 pil dobel L, uang tunai sebesar Rp 1.935.000, 13 HP berbagai merk, 1 timbangan elektrik, 2 alat hisap sabu, 3 pipet kaca, 2 bungkus plastik klip, 2 korek api gas, 2 ATM, dan 7 unit sepeda motor,” sebutnya.

Konferensi pers ungkap kasus Narkotika di Mapolres Lamongan, Senin (25/4/2022).

Akibat aksi yang dilakukan tersebut, kini para tersangka dipastikan harus meringkuk di sel tahanan dan tak bisa menikmati indahnya lebaran bersama keluarganya di rumah.

“Pasal yang disangkakan kepada para tersangka adalah UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1. Serta UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 197 mengenai obat keras daftar G jenis pil dobel L,” pungkas Miko.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar