Peristiwa

13 Anak Diamankan Diduga Mau Tawur di Kenjeran dan Asemrowo Surabaya.

Anak-anak yang masih duduk di bangku SMP saat diamankan Polisi lantaran hendak tawuran di Kota Surabaya, Jumat (20/3/2020) dini hari tadi.(Polisi/Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Tak berdaya dan hanya terduduk, 13 anak di bawah umur diamankan petugas kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (20/3/2020) dini hari.

Anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengan Pertama (SMP) ini diamankan lantaran bergerombolan di kawasan taman Surabaya, Kenjeran.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKP Faisol Amir menjelaskan penangkapan geng anak ini ada di dua titik.

Selain anak SMP, anak SMA dan pengangguran juga turut bergabung dalam geng. Dari 13 anak yang diamankan satu diantaranya sudah berumur 18 tahun.

“Pertama delapan anak di kawasan Taman Surabaya dan kawasan rel Asemrowo. Totalnya belum dilaporkan secara detai. Tapi anak-anak masih diamankan dan diperiksa di Mapolres. Nanti akan dipulangkan usai pemeriksaan selesai dan kedua orangtua anak-anak ini datang menjemput,” paparnya kepada beritajatim.com.

Seperti yang dipaparkan AKP Faisol, unit Raimas Satsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menggagalkan rencana tawuran antar geng all star dan geng lainnya. Saat itu personil Unit Raimas mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya kumpul-kumpul sejumlah anak muda di seputaran Taman Suroboyo.

Ketika ditanya mereka mengakui sedang ada rencana tawuran dan mereka tergabung dalam kelompok geng All Star.

Saat itu ditemukan sejumlah petasan yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu alat tawuran. Selain itu untuk para grombolan anak di Asemrowo, petugas mengamankan alat sajam.

‚ÄúPatroli kami lakukan rutin setiap malam untuk mengantisipasi hal-hal negatif. Termasuk tindak kriminalita, tawuran dan lain-lain. Kami juga tak bisa mentolelir apapun tindakan membahayakan ini. Baik kejahatan anak maupin orangdewasa. Yang pasti anak-anak akan ditindak dan diperiksa secara hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara menurut informasi yang beritajatim.com himpun, pengamanan 13 anak ini juga dilakukan bersama Linmas Kota Surabaya. Ke 13 anak diketahui berinisial SYA (13), RA (15), DIC (18), MSN (17), MSU (15), SAF (15), FF (15), RDA (15), CSP, (13), DPN (16), JS (17), BF (14), RT (15). Anak-anak ini akan dipanggil orangtuanya supaya bisa dipulangkan usai membuat surat perjanjian tak akan bergabung dan tawuran antar geng.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar