Iklan Banner Sukun
Peristiwa

12 Hari Tak Terlihat, Penjaga Gudang Sarang Walet di Mojokerto Ditemukan Membusuk

Petugas mengevakuasi jenazah korban ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Penjaga sarang burung walet turut di Dusun Nambangan RT 27 RW 07, Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ditemukan tewas membusuk. Korban ditemukan setelah warga mencium bau menyengat dari dalam gudang.

Salah satu warga, Habib mengatakan, jika korban merupakan penjaga gudang sarang walet. “Biasanya belanja ke tempat saya setiap dua hari sekali, terakhir saya lihat tanggal 9 kemarin. Dia tinggal sendiri, warga mengenal namanya Pak Iwan, tidak tahu warga mana,” ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Sementara itu, Kapolsek Mojosari, Kompol Heru Purwandi mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari perangkat desa setempat terkait penemuan mayat pada, Rabu (17/11/2021) sekira pukul 20.30 WIB. “Dari informasi Ketua RT telah ditemukan mayat di dalam kamar gudang sarang wallet turut di Desa Ngimbangan,” ungkapnya.

Masih kata Kapolsek, mendapat laporan tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi. Namun karena pintu gudang terkunci dari dalam sehingga petugas dan warga naik tangga untuk membuka kunci gudang. Di dalam kamar didapati korban yang diketahui tak terlihat sejak 12 hari lalu tersebut sudah meninggal dalam keadaan membusuk.

“Korban ditemukan sudah meninggal dalam kondisi membusuk di dalam kamar. Korban diketahui sebagai penjaga gudang sarang walet berinisial LKY (68) warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kota Ponorogo. Menurut keterangan beberapa saksi dan tetangga koban, korban tinggal seorang diri,” jelasnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, lanjut Kapolsek, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya terdapat lebam mayat.

“Hasil keterangan dari pihak rumah sakit, di tubuh korban tidak diketemukan tanda luka akibat kekerasan hanya lebam mayat. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menerima dan membuat penyataan menolak untuk dilakukan VER terhadap korban sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar