Peristiwa

Latihan Sikatan Daya

11 Pesawat dari Lanud Iswahjudi Terbang Serang Takalar

Magetan (beritajatim.com) – Kesibukan tak biasa terlihat di Lanud Iswahjudi, Selasa (30/4/2019) dini hari. Terlihat para penerbang dari skadron udara 3, skadron udara 15, dan skadron udara 14, masing-masing memaparkan kesiapan pesawat.

Dilanjutkan dengan informasi terkait cuaca dan kondisi bandara di seputaran Lanud Iswahjudi. Latihan malam jelang pagi hari ini merupakan rangkaian dari latihan Kotama yang diberi judul latihan Sikatan Daya, yang melibatkan Lanud di jajaran Koopsau 2.

Sebelumnya juga dilaksanakan latihan yang dinamakan gladi posko. Pada 30 April sampai 2 Mei 2019 akan dilaksanakan latihan manuver. “Manuver latihan ini merupakan praktek yang telah diskenariokan dalam gladi posko yang dilakukan pada beberapa hari yang lalu,” kata Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, Selasa malam.

Dalam skenario, lanjut Marsma Iko, disebutkan negara Kuning yang berada di Takalar, merupakan negara yang menyokong sparatis di negara Zulu. Dan sebenarnya negara Zulu tidak bermusuhan dengan negara Indonesia, namun membiarkan sparatis suku X yang didukung oleh Negara Kuning. Inilah yang memicu diserangnya Takalar atau negara Kuning dalam skenario latihan.

Marsma Iko menceritakan pertama-tama 5 pesawat F 16 Fighting Falcon diterbangkan masing-masing oleh Letkol Pnb Anjar/ TS 1642, Mayor Pnb Yudhis/1641, Mayor Pnb Agus Dwi / 1639, Kapt Pnb Ferry/ 1638, dan Lettu Pnb Dio/1637.

Setelah keluar dari shelter Skadron Udara 3, 5 pesawat lepas landas menuju Pulau Takalar. Di belakangnya disusul 4 pesawat T 50I Golden Eagle yang diterbangkan oleh Mayor Gultom/Angga TT 5003, Mayor Agung/Mayor Luluk TT5001, Letkol Pnb Henddra/Lettu Pnb Andika TT 5004, Kapten Pnb Febri/ Lettu Pnb Hasnan TT 5008.

Dan disusul pesawat Sukhoi SU-30 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Andri dan Kapten Eska TS 3009, Mayor Pnb Bakoro Lettu Pnb Fajar TS 3008. Setelah melakukan pengeboman, ke-11 pesawat tempur kembali ke Lanud Iswahjudi dengan selamat. Sebelumnya pesawat sempat landing di Lanud Hasanudin sebagai Lanud kawan.

Skenario selanjutnya pesawat negara Kuning memasuki wilayah NKRI, akhirnya pesawat itu dilaksanakan forcedown. Sesuai prosedur penumpang dari maskapai bersangkutan diturunkan dan dilaksanakan interogasi. Untuk penyelididkan pilot dan co pilot ditahan sesuai hukum yang berlaku. “Kami berharap latihan ini akan diperoleh remark dan masukan demi penyempurnaan skenario latihan berikutnya,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar