Peristiwa

1 Suro, Polisi Lakukan Penyekatan di Perbatasan Ponorogo-Madiun

Ponorogo (beritajatim.com) – Di masa pandemi, kegiatan yang melibatkan massa ditiadakan. Tak terkecuali kegiatan suroan. Meski merupakan suatu tradisi di salah satu perguruan pencak silat di setiap tanggal 1 Muharram, akhirnya kegiatan tersebut untuk tahun ini ditiadakan.

Keputusan itu diambil sebagai upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Sejak Rabu (19/8) sore, kami sudah mengerahkan ratusan personil untuk berjaga-jaga di jalan, utamanya di perbatasan Ponorogo-Madiun,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Muchammad Nur Azis, Kamis (20/8/2020).

Pengerahan personil itu bertujuan menghalau jika ada mobilisasi massa dari Ponorogo yang akan melakukan kegiatan ziarah suroan ke Madiun. Sebab di masa pandemi ini, di Madiun pun tradisi suroan pun juga ditiadakan.

Untuk mendukung kebijakan ini, kepolisian juga sudah melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri (FKPSB) Ponorogo serta beberapa perguruan pencak silat tertentu. “Semua menyadari Ponorogo masih dalam pandemi Covid-19, sehingga semua pihak memahami dengan kebijakan yang kami lakukan ini,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan dari aparat penegak hukum, dalam meminimalisir pergerakan massa, Azis mengungkapkan kemarin juga melakukan apel berskala besar. Ada sekitar 500 personil dilibatkan. Tak hanya dari kepolisian, pengamanan ini juga melibatkan Brimob, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Untuk tahun ini, kegiatan yang biasanya dipusatkan di Madiun, diganti dengan pelaksanaannya di ranting masing-masing. Sehingga tidak ada pergerakan massa ke Madiun,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar