Peristiwa

1 Muharram, Ratusan Masyarakat di Mojokerto Bersih-bersih Sampah

Ratusan masyarakat di Kecamatan Puri membersihkan sampah. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Bersih-bersih sampah dilakukan ratusan masyarakat dari Karang Taruna Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto di sepanjang Jalan Raya Kintelan, Minggu (1/9/2019). Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram.

Aksi tersebut dilakukan bersama dengan Gerakan Ansor dan Banser, pemuda Nahdlatul Ulama, Komunitas Mojokerto Bangga serta Koramil Puri. Selain membersihkan sampah kering dan basah, masyarakat juga memotong rumput kering dan rumput liar yang mengganggu tanaman di sepanjang jalan.

Camat Puri, Nalurita Priswiandini mengatakan, aksi bersih-bersih jalan tersebut merupakan inisiasi dari Gerakan Pemuda Cinta Puri (Gempar). “Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan, khususnya di pinggir jalan, menjadi sebuah isu yang sangat penting,” ungkapnya.

Karena di sepanjang jalan tersebut, lanjut Camat, banyaknya sampah yang ditemukan berceceran. Menurutnya, aksi tersebut harus dilakukan secara rutin dan harus disosialisasikan kepada masyarakat tentang penanganan sampah yang baik dan benar.

“Tidak hanya sekedar 1 Muharam, bisa saja hari Pahlawan, Sumpah Pemuda dan lain sebagainya. Nantinya setiap momen akan kami gerakkan untuk melakukan pembersihan sampah,” katanya

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Puri yang juga Koordinator Gempar,┬áBudiono menambahkan, aksi tersebut dilakukan di beberapa tempat. “Aksi juga dilakukan di Jalan Kintelan-Brangkal,┬áPuri-Tangunan, Sawo By pass Wikarsa dan Puri,” ujarnya.

Masih kata Budiono, untuk aksi pertama aksi tersebut dilakukan di Jalan Raya Kintelan, karena di sepanjang jalan tersebut banyak terdapat sampah. Rencananya, aksi serupa juga akan dilakukan di wilayah bantaran Sungai Puri karena di sungai tersebut terdapat titik pembuangan sampah.

“Harapan kami supaya masyarakat lebih peduli, dan sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di daerah aliran sungai. Karena bisa menyebabkan timbulnya penyakit berbahaya serta mencemari sawah dan lingkungan sekitarnya,” ucapnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar