Peristiwa

1.325 Jiwa Terdampak Banjir di Tempuran Mojokerto

Banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.325 jiwa di dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto terdampak banjir luapan Sungai Avour Watudakon. Banjir di Dusun Bekucuk dan Desa Tempuran terjadi sejak, Jumat (1/1/2021) lalu.

Sebanyak 393 rumah warga, di Dusun Tempuran sebanyak 61 rumah dengan ketinggian air bervariasi, antara 50 cm sampai 60 cm. Sementara di Dusun Bekucuk ada 332 rumah yang terendam dengan ketinggian air antara 50 cm sampai 90 cm.

Sementara total jiwa terdampak banjir mencapai 1.325 jiwa, di Dusun Tempuran sebanyak 201 jiwa dan Dusun Bekucuk sebanyak 1.124 Jiwa. Tanaman padi dengan luas kurang lebih 12 hektar terendam dengan ketinggian air antara 70 cm sampai 90 cm.

Selain merendam pemukiman warga dan area persawahan, banjir juga merendam tiga fasilitas umum (fasum) di Desa Tempuran. Seperti gereja, masjid dan Balai Desa Tempuran dengan ketinggian air bervariasi yakni antara 50 cm sampai 60 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, dari 1.325 jiwa tersebut jumlah lanjut usia (lansia) sebanyak 67 jiwa dan balita sebanyak 71 jiwa.

“TRC BPBD sudah melakukan assesment di lokasi kejadian untuk pembuatan shelter (tenda pengungsi) PUPR melakukan proses pembersihan sungai dari sampah enceng gondok. BBWS juga memberikan bantuan pompa penyedot air,” ungkapnya, Senin (11/1/2021).

Masih kata Zaini, pihaknya juga melakukan pengontrolan warga yang sakit bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dan perangkat Desa Tempuran. Monitoring Simona Bilamana terjadi hujan di daerah hulu juga dilakukan dan membuat indikator perubahan TMA di lima titik bersama perangkat desa. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar