Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan penutup drainase di kawasan heritage Gresik. Tepatnya, di Jalan KH.Zubair dianggap membahayakan pengendara. Pasalnya, penutup dari beton tersebut memiliki level yang lebih tinggi dari aspal.
Seperti diketahui, di Jalan KH. Zubair, jarak antar penutup drainase tersebut hanya beberapa meter saja. Sedangkan beton penutup drainase menonjol lebih dari 5 centimeter dari aspal jalan. Selain air yang tidak bisa masuk ke saluran, juga membahayakan pengendara.
“Di tempat itu alannya sempit, dengan ditambah drainase yang menonjol cukup tinggi ini malah berbahaya,” ujar salah satu pengendara Yudhi Dwi Anggoro, Senin (27/11/2023).
Baca Juga: Pj Bupati Bangkalan Warning 4 Orang ASN Kampanye di Medsos
Kondisi seperti itu, tidak hanya di Jalan Kh Zubair, melainkan juga di jalan yang masuk kawasan Bandar Grissee yang penutup drainasenya hilang.
Semula drainase di kawasan heritage ditutup menggunakan lempeng besi. Namun, lempeng-lempeng tersebut hilang dengan jumlah yang banyak. Akhirnya, drainase ditutup dengan beton maupun diuruk tanah.
“Pemeliharaan sudah selesai, itu nanti menjadi tanggungjawab kami untuk memperbaiki,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Ida Lailatus Sadiyah.
Ia menambahkan, terkait dengan itu pihaknya akan menyempurnakan penataan kawasan heritage tersebut. Termasuk pembenahan penutup drainase yang levelnya lebih tinggi dari jalan. Ini karena air yang berada di jalan akan susah masuk ke saluran air.
Baca Juga: Sebanyak 450 Challenger Memasuki Tahap Nasional Selection
“Kami akan cek lagi kalau lebih tinggi. Air jelas akan susah masuk, dan segera diperbaiki,” imbuhnya.
Pantauan di lapangan, di sepanjang jalan di kawasan heritage, lubang drainase memiliki jarak sekitar 5 sampai 10 meter. Namun, terlihat banyak lubang ditutup secara penuh baik dengan aspal maupun tanah. Kemudian disisakan beberapa lubang drainase yang ditutup dengan beton namun memiliki level lebih tinggi dari jalan. (dny/ian)






