Surabaya (beritajatim.com) – Novel-novel Jepang sudah banyak diterjemah ke berbagai bahasa, termasuk salah satunya yaitu bahasa Indonesia. Sebagai penggemar sastra Jepang, Anda bisa memilih genre mulai dari misteri hingga fantasi.
Dengan jalan cerita yang tentu punya ciri khas tersendiri, novel-novel tersebut begitu asik dan menarik untuk dibaca. Beberapa bahkan mengandung pesan-pesan yang mendalam dan universal. Bagi Anda yang mulai tertarik membaca sastra Jepang, berikut ini beberapa rekomendasinya.
Norwegian Wood karangan Haruki Murakami
Novel Norwegian Wood mengisahkan tentang tokoh bernama Toru Watanabe yang terkenang akan Naoko, cinta pertamanya.
Saat instrumen lagu “Norwegian Wood” karya The Beatles mengalun dari pengeras suara di bagian langit pesawat yang baru saja mendarat di Bandara Hamburg – Jerman dari situlah cerita dan keseruan Toru dimulai.
Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya karya Haruki Murakami
Buku ini berkisah tentang Tsukuru yang saat masih SMA punya 4 orang sahabat. Dibanding temannya yang lain, Tsukuru sedikit berbeda sebab nama keluarga yang dimilikinya tidak berhubungan dengan warna.
Saat keempat sahabatnya memutuskan untuk tidak mau bertemu dan bicara dengan Tsukur, yang ada dalam pikirannya hanyalah berjumpa dengan kematian.
Pembunuhan di Nihonbashi karya Keigo Higashino
Diceritakan terjadi sebuah pembunuhan di Kodenmacho. Korban bernama Mineko Mitsui, perempuan berusia 45 tahun yang hidup sendirian di apartemen.
Detektif Kaga Kyoichiro, yang dikenal tajam juga penuh kontradiksi, ditugaskan untuk bergabung dengan tim dalam memecahkan kasus itu.
Semakin terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut, semakin banyak tersangka baru muncul. Ternyata masing-masing tersangka itu masih punya hubungan dengan si korban.
[berita-terkait number=”4″ tag=”novel”]
“Tokyo Schoolgirl” karya Osamu Dazai
Novel ini perdana terbit di tahun 1933, karya inilah yang isunya mengantarkan Osamu Dazai ke dalam lingkaran elit sastra Jepang. Novel berjudul Tokyo Schoolgirl ini berkisah tentang isi hati dan pikiran seorang anak sekolah di Jepang.
Pikiran dan cara memandang dunia tokoh Aku dalam novela ini tidak seperti anak seusianya. Dia membenci begitu banyak hal, kecuali sang ayah yang telah tiada dan kakaknya yang sudah menikah.
Novel ini pun ditutup dengan sesuatu yang hangat dan menenangkan, tentang keyakinan bahwa hal bahagia akan datang esok hari.
Tertarik membaca sastra Jepang, beberapa karya itu layak menghiasi hari-hari Anda. (dan/ian)

as a preferred source on Google




