Pendidikan & Kesehatan

Zona Merah, Seluruh Sekolah di Kecamatan Kota Sumenep Dilarang Tatap Muka

Pemeriksaan suhu tubuh siswa salah satu SMP di Sumenep sebelum masuk ke sekolah

Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menerbitkan surat edaran baru tertanggal hari ini, Selasa (22/09/2020) terkait larangan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Kota Sumenep menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Surat yang berlaku efektif per tanggal 23 September 2020 tersebut meminta agar seluruh satuan pendidikan baik formal maupun non formal di Kecamatan Kota Sumenep, wajib menyelenggaran kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Mulai besok, sekolah untuk semua tingkatan di Kecamatan Kota dilarang melakukan pembelajaran tatap muka dengan alasan apapun. Guru dan karyawan di lembaga pendidikan harus Work Form Home (WFH). KBM wajib dengan metode PJJ,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Carto.

Larangan sekolah menggelar PTM tersebut sebagai buntut tingginya penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Kota yang saat ini menjadi zona merah. Kecamatan Kota menjadi kecamatan kedua di Sumenep yang masuk zona merah setelah Kecamatan Saronggi.

“Untuk Kecamatan Kota dan Saronggi, resiko penyebaran Covid-19 berkategori tinggi karena zona merah. Karena itulah, seluruh sekolah di dua wilayah kecamatan ini tidak boleh ada tatap muka,” tandas Carto.

Larangan pembelajaran tatap muka tersebut berlaku hingga 12 Oktober 2020. Pelaksanaan PTM pada minggu ketiga Oktober 2020, setelah terlebih dahulu melalui evaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. “Kami akan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan larangan pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Sebelumnya, pada awal September 2020, Dinas Pendidikan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka untuk jenjang SD kelas 4-6, SMP dan SMA dengan mematuhi protokol kesehatan. Namun untuk jam pelajaran dikurangi dan jumlah murid per tatap muka dibatasi. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar