Pendidikan & Kesehatan

Zona Merah Corona, Mulai Pekan Ini Tidak Ada Salat Jumat di Kota Malang

Pemkot Malang Mengajak Ibadah Di Rumah.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang, mengeluarkan surat edaran berisi anjuran untuk tidak melaksanakan ibadah yang mengundang banyak jemaah selama pandemi virus corona Covid-19. Kota Malang sendiri masuk zona merah, pemerintahnya sedang berusaha memutus mata rantai penyebaran corona di wilayahnya.

Imbauan ini telah disampaikan kepada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk melakukan ibadah sebaiknya di rumah saja. Apalagi MUI sudah mengeluarkan fatwa soal ibadah di rumah. Bila dua pekan lalu salat Jumat masih bisa dilakukan, mulai pekan ini salat Jumat diganti salat zuhur di rumah masing-masing.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan anjuran psycial distansing atau pembatasan pertemuan orang per orang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tujuan utama adalah memutus mata rantai, agar wabah virus corona berakhir. Memang ada tiga pasien positif yang sudah sembuh. Namun, update terakhir satu pasien positif terinfeksi virus corona. Dia mahasiswa asal Jakarta.

“Ada tambahan positif itu tidak dari tracking yang sebelumnya, artinya bahwa virus corona bisa masuk dari mana saja,” ujar Sutiaji, Selasa, (31/3/2020).

Dua ormas islam terbesar Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah sepakat dengan surat edaran wali kota Malang. NU ingin gerakan salat di rumah selama pandemi Covid-19 dilakukan secara masih mulai kelurahan, melalui gerakan pemudan dan tokoh-tokoh agama.

“Saya apresiasi sekarang Masjid Agung Jami Kota Malang ngaji itu sudah pake live streaming. Anjuran psycial distancing itu sudah diterapkan,” tandas Ketua PCNU Kota Malang Kiai Haji Isroqun Najah. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar