Pendidikan & Kesehatan

Peduli Keagamaan dan Pendidikan di Pinggiran Desa

Yayasan TBK Bantu Bangun Mushola An Najah

Kediri (beritajatim.com) – Yayasan Tirta Bhagawanta Kadiri (TBK) bersama Pemerintah Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri memberikan bantuan untuk pembangunan Mushola An Najah di desa setempat. Bantuan berupa material dan uang tersebut, sebagai wujud kepedulian terhadap sektor keagamaan dan peningkatan pendidikan di daerah pinggiran.

“Yayasan dan Pemerintah Desa Maesan bersinergi untuk memberikan donasi dan sumbangsih terhadap pendirian mushola. Harapannya, bantuan tersebut bermanfaat untuk masyarakat,” kata Ketua Yayasan TBK Kediri, Bagus Romadon usai penyerahan bantuan, Sabtu (6/2/2021) pagi.

Bantuan yang disalurkan tersebut berupa semen sebanyak 20 sak dan uang tunai Rp 2 juta. Dalam proses penyalurannya, dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan TBK Bagus Romadon, Kepala Desa Maesan Ahmad dan Babinsa Maesan Serma Bambang kepada panitia pembangunan.

Terpisah, Ketua Panitia Pembangunan Mushola An Najah, Khoirul Anam menyampaikan rasa terima kasihnya. “Mudah-mudahan menjadi amal yang barokah. Karena masalah pendidikan di sini, sangat membutuhkan sarana yang lengkap. Sedangkan yang ada baru menggunakan rumah pribadi warga,” katanya.

Mushola An Najah mulai dibangunan, pada 13 Januari 2021 lalu. Tempat ibadah ini memiliki luas 11 X 9 meter (m). Letaknya ada di daerah pinggiran. Dari pusat Kota Kediri, Desa Maesan ini terpaut jarak kurang lebih 20 kilometer ke arah Kabupaten Tulungagung.

Selain untuk kegiatan peribadatan, rencananya, musala akan difungsikan untuk tempat pendidikan agama Islam dan belajar ilmu pendidikan umum anak-anak. Saat ini, sudah ada 36 orang anak yang rutin belajar mengaji di rumah Mohammad Alifi, tokoh agama sekaligus sekretaris panitia pembangunan musala. Anak-anak ini tidak hanya dari sekitar saja,tetapi juga datang dari dusun lain, seperti Dusun Jlondang dan Baran.

“Anak-anak cukup antusias untuk mengaji dan belajar. Nantinya, mereka bisa menggunakan di Mushola An Najah. Jika sore hari untuk mengaji Al Quran, malam harinya untuk belajar pendidikan umum,” jlentrehnya.

Pembangunan Mushola An Najah yang bermakna ‘Keselamatan’ tersebut direncanakan rampung saat memasuki bulan Ramadhan nanti. Sehingga musala bisa langsung dimanfaatkan untuk kegiatan salat Tarawih dan tadarus. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar