Pendidikan & Kesehatan

WNI dari Wuhan Dikarantina, Ortu Mahasiswa Unesa Pantau Via Media

Surabaya (beritajatim.com) – 10 dari 243 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan Hubei Cina yang saat ini berada di Pangkalan Militer Natuna merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Senin (3/2/2020).

Mereka bersama WNI lainnya berada di sana selama kurang lebih 14 hari untuk karantina pencegahan dan pengendalian virus corona. Sejak berada di karantina berbagai prosedur dilakukan.

Pihak kampus dan orang tua pun menyerahkan sepenuhnya seluruh tahapan pengecekan kesehatan sesuai dengan standar yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes mengatakan proses observasi yang ditangani oleh militer, pasti akan ada aturan ketat yang harus ditaati oleh para WNI, termasuk boleh tidaknya menjenguk mahasiswa di lokasi observasi. Nurhasan menegaskan jika pihak kampus dan keluarga diijinkan berkunjung ke Natuna, dirinya akan berangkat ke Natuna.

“Melihat perkembangan informasi saat ini dulu, sepertinya belum ada tanda-tanda mahasiswa-mahasiswa kami boleh dikunjungi, “tegas Nurhasan.

Sementara itu para orang tua mengeluhkan kendala akses komunikasi. Salah satu cara untuk mengetahui kabar putra-putri mereka yakni hanya dengan mengikuti perkembangan berita di media-media baik televisi, radio, maupun sosial media.

Lilis Triana (47 tahun) yang merupakan Ibunda dari Nathania mengaku belum bisa berkomunikasi dengan putrinya sampai Senin siang 3 Februari 2020.

“Saya sejak pagi seharian hanya menyimak update informasi dari media, ”terang Lilis warga Sidoarjo tersebut. Lilis mengaku lega, ketika melihat video kedatangan WNI di Batam dan ketika turun dari pesawat.

Ia melihat putrinya ada dalam rombongan tersebut mengenakan jaket putih kesayangannya. Sementara itu Zaenal Muttaqin yang merupakan Ayah dari Ayu Larasati mengatakan ingin sekali menjenguk anaknya di Natuna memang tidak diijinkan, keluarga akan memantau perkembangan melalui media.

“Tak apa jika tidak diijinkan mengunjungi anaknya, tetapi setidaknya bisa berkomunikasi menggunakan teleponlah,” ungkapnya.

Dilain pihak, Vinda Maya Setyaningrum, Humas Unesa mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan kontak dengan orang tua wali mahasiswa.

“Tidak boleh bawa HP juga, disita. Jadi menghubungi orang tua juga tidak bisa. Kami terus komunikasi dengan orang tua supaya mereka tenang juga,” pungkas Vinda. [adg/ted] 





Apa Reaksi Anda?

Komentar