Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Wisuda Hybrid Untag, Rektor Siapkan Mahasiswa Untuk Bisa Beradaptasi di Dunia Kerja

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mewisuda 1316 wisudawan, Sabtu (24/9). Dalam wisuda ke-123 periode II Semester Genap 2020/2021 ini, wisudawan terdiri dari 39 wisudawan Diploma 3, 1145 wisudawan Strata-1, 94 wisudawan Strata-2, 37 wisudawan Strata-3. Prosesi pengukuhan wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

“Sebanyak 1.316 wisudawan dalam wisuda kali ini telah disiapkan untuk bersaing di dunia kerja meskipun di luar bidang ilmu yang ditekuni,” kata Prof. Mulyanto Nugroho usai prosesi wisuda ke-123.

Prof. Nug, sapaannya menyatakan meskipun hampir setahun menjalani pembelajaran daring, tapi hal ini tidak mengurangi kualitas wisudawan.

“Wisuda hari ini masih dilaksanakan secara hybrid, sebelum wisuda kami masih membekali wawasan kebangsaan. Harapan kami mereka bisa menjadi lulusan yang bermanfaat karena mereka lulus dengan kompetensi,” katanya.

Menurutnya tantangan lulusan ke depan cukup besar. Namun, karena pihaknya sudah menerapkan merdeka belajar maka lulusan bisa memahami berbagai bidang dunia kerja, tak hanya bidang ilmu yang ditekuninya.

Selain itu, pembekalan pada wisudawan telah dilakukan sejak semester awal kuliah. Hanya saja saat pandemi, pembekalan psikis dalam mencari pekerjaan di tengah pandemi semakin dimatangkan.

Mulai dari pengenalan diri hingga cara menyiapkan lamaran pekerjaan dan kelengkapannya dengan baik.

“Dari mahasiswa baru kami sudah mengenalkan potensi untuk pengembangan karir mahasiswa, semester tiga dan lima mulai match dengan pekerjaan. Dan jelang wisuda kami kenalkan tentang teknis, seperti pembuatan CV dan branding diri,” ujarnya.

Pembekalan pada wisudawan diberikan secara daring. Berbagai sesi dan pemateri didatangkan untuk memotivasi para mahasiswa dan meningkatkan daya juangnya.

“Masa tunggu lulusan pastinya akan berbeda dengan sebelum COVID-19, karena semua sektor terdampak. Tapi karena kami sudah menyiapkan lulusan kami, tahun lalu masa tunggu lulusan selama pandemi paling lama dua bulan,” katanya.

Meskipun lulusan di wisuda secara daring, Prof. Nug berharap para lulusan tetap bisa memiliki cerminan karakter kampus merah putih yaitu memiliki jiwa patriotik.

“Dengan bangga saya ucapkan selamat, kepada mahasiswa yang ditengah pembelajaran online, tetap berhasil menorehkan prestasi akademik maupun non akademik, pada tingkat sarjana, magister dan doktor,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Prof. Suprapto mengungkapkan para wisudawan Untag Surabaya ini lahir dari universitas yang memiliki peningkatan kualitas tiap tahunnya.

“Sebuah perguruan tinggi tidak hanya meluluskan saja, ada dua aspek yang diperhatikan. Yaitu aspek formalitas yang mendata mhasiswa dalam database nasional, mulai dari kuliah yang diambil hingga kegiatan akademik yang dilakukan telah tercatat,” katanya.

Aspek penting lainnya yaitu aspek substansi, jadi tidak sekedar diluluskan. Tetapi banyak hal yang harus diberikan banyak hal selain akademik yang harus diberikan. “Saya yakin Untag Surabaya telah menyiapkan lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja dan bermanfaat bagi lingkungannya. [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar