Pendidikan & Kesehatan

Wisatawan Asing Minati Souvenir Ampas Tebu Mahasiswa Ubaya

Surabaya (beritajatim.com) – Beragam cindera mata khas Indonesia sangatlah digemari oleh wisatawan asing. Oleh karenanya, Danny Friskilia, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif (FIK) Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan peluang bisnis kreatif berbasiskan media dari ulang.

Berbahan dasar ampas tebu bekas pedagang Es Tebu, Wenny menciptakan souvenir berbentuk permainan tradisional Indonesia dari beberapa daerah. Souvenir yang dibuat sekaligus untuk tugas akhir ini diberi nama ‘Nebu’.

“Berawal dari kegelisahan saya saat melihat limbah ampas tebu yang tidak didaur ulang. Menyebabkan kotor dan bau. Jadi saya rasa mungkin ampas ini bisa saya olah dan bernilai guna,” ujar Wenny Rabu (8/1/2020).

Nebu, saat ini sudah tercipta 5 model souvenir yang merupakan miniatur permainan tradisional, yakni Lompat Batu dari Nias Sumut, Geulayang Tunang – Layang Kleung Banda Aceh, Layang Kah hari dari Kendari, Kapal Jong dari Tanjung Pinang Riau, Kapal Sandeq dari Mamuju Sulbar.

Wenny mengatakan proses pembuatan satu karya produk membutuhkan waktu 2 hari. Awal pembuatannya dilakukan dengan mengeringkan ampas tebu untuk mengurai bau tidak sedap. Setelah itu, ampas tebu mulai dipilih serta ditipiskan dengan alat potong dan menyesuaikan ketebalan yang dibutuhkan.

Kemudian, diayam dan dibentuk sesuai karya produk yang diinginkan. Nebu ini pun telah dipasarkan Wenny melalui media daring seharga Rp 250.000 per buah.

Guguh Sujatmiko, selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir sekaligus Ketua Program Studi Desain Produk mengatakan pihak Ubaya terus mendukung karya kreatif mahasiswanya, salah satunya dengan memberikan akses untuk Hak Paten.

“Saya berharap banyak mahasiswa yang membuat karya produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika dan mengasah kreativitas tetepi juga dapat memanfaatkan limbah sebagai produk bernilai jual dan memberikan solusi di lingkungan masyarakat. Kamu telah membantu proses hak patennya. Jadi produk ini adalah milik Wenny mahasiswa Ubaya,” ujar Guguh. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar