Pendidikan & Kesehatan

Wi-Fi hingga Handphone Gratis untuk Anak-anak Keputih Timur Pompa Air

Surabaya (beritajatim.com) – Mengenakan seragam lengkap dengan tas sekolah, satu per satu bocah TK, SD dan SMP duduk rapi memenuhi serambi masjid Baiturrahman, Keputih Timur Pompa Air, Kamis (3/9).

Tangan mereka tak henti memainkan smartphone masing-masing sambil saling berbisik.

“Kak, password Wi-Fi nya apa?” tanya Wina, salah seorang pelajar kelas 4 SD yang akhirnya memberanikan diri bertanya.

Dia tidak sabar ingin segera mencoba wifi yang baru dipasang. Tugas sekolahnya juga sedang banyak katanya.

Tak berselang lama, Wina dan kawan-kawannya sudah asik menatap layar smartphone di tangan kiri. Sementara tangan kanan mereka sibuk menulis di atas buku beralaskan meja lipat kayu.

“Senang deh mbak ada Wi-Fi. Kuota internetku dari sekolahan habis soalnya,” celoteh Ainur sembari mengerjakan tugas seni budaya dan prakarya.

Putri yang berada di sebelahnya ikut menyahut. “Aku ada Wi-Fi di rumah mbak. Tapi putus-putus. Enakan di sini lancar,” ucapnya, lantas tertawa.

Di siang yang terik itu, mereka beramai-ramai datang ke masjid untuk menghadiri penyerahan bantuan Wi-Fi secara simbolis.

Gerakan sedekah Wi-Fi tersebut digagas oleh yayasan Seribu Senyum bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair, Narasi TV, dan Kitabisa.com.

“Ini program baru mbak. Karena pendemi banyak orang tua yang kesusahan membeli kuota internet,” ungkap Rizkyah Isnaini, fasilitator program development Seribu Senyum.

Nantinya, gerakan ini akan dilakukan di 8 lokasi. Di Surabaya sendiri ada 4 tempat. Yaitu di Keputih Timur Pompa Air, Karang Pilang, Sulung, dan Dupak.

“Semuanya kampung dampingan kami. Empat lagi di Malang, Kediri, Banyumas, dan Nganjuk,” sebutnya.

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menyebut tidak hanya fasilitas Wi-Fi yang diberikan. Ada tempat cuci tangan hingga smartphone juga.

“Ini ada face shield, meja lipat. Kami juga bagi-bagi gadget,” kata dia.

Dari Keputih Timur Pompa Air, ada Laras yang beruntung mendapatkan smartphone.

Bocah kelas 3 SD itu hanya bisa melihat teman-temannya bermain handphone. Ya, Laras tidak memiliki handphone.

Selama ini, ia harus meminjam handphone tetangganya untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas sekolah.

“Dia anak yatim mbak. Anaknya pintar. Penerima beasiswa dari seribu senyum juga. Jadi, nanti kita mau kasih surprise hp baru,” imbuh Kiki.

Gerakan sedekah Wi-Fi ini disambut baik oleh warga setempat. Darsono (53) yang menyaksikannya pun ikut senang. Dengan adanya Wi-Fi, masjid yang tidak seberapa luas itu akan ramai oleh anak-anak.

Ia dan beberapa warga juga yang bakal memantau agar fasilitas tersebut digunakan hanya untuk kepentingan belajar.

“Saya senang masjid jadi ramai lagi. Ya semoga dengan adanya Wi-Fi ini bisa menunjang anak-anak sini lebih semangat belajarnya,” harap tokoh masyarakat itu. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar