Pendidikan & Kesehatan

Waspada Katarak Mengintai Semua Usia

Surabaya (beritajatim.com) – Katarak bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Penyakit mata yang membuat lensa mata menjadi keruh dan berawan ini umumnya berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu.

Namun, lama-kelamaan katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat penderita merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari.

Kebanyakan katarak berkembang seiring dengan proses penuaan. Beberapa kelainan genetik bawaan yang menyebabkan masalah kesehatan lainnya dapat meningkatkan risiko katarak. Katarak juga dapat disebabkan kondisi medis seperti diabetes. Penggunaan jangka panjang dari obat steroid juga dapat menyebabkan katarak.

“Katarak merupakan penyebab kebutaan utama di dunia, dan juga di Indonesia. Namun gejala katarak dapat segera dikenali dan bisa diobati. Tentunya dengan pemeriksaan mata yang komprehensif,” dr. Yulia Primitasari, Sp.M(K), Penanggung Jawab Surabaya Eye Clinic.

Seiring dengan perkembangan  jaman, paradigma rehabilitasi penglihatan berubah menjadi optimalisasi penglihatan, sehingga teknologi operasi katarak mengalami evolusi dari penggunaan pisau bedah menjadi operasi katarak dengan sinar laser seluruhnya.

“Teknologi yang digunakan untuk operasi katarak premium di Surabaya Eye Clinic saat ini adalah FLACS (Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery). Ini merupakan teknologi terbaru operasi katarak dengan full laser atau “the true laser cataract surgery” yang memungkinkan keseluruhan proses operasi katarak menggunakan sinar laser tanpa pisau bedah. Layanan ini hanya tersedia di Surabaya Eye Clinic, satu-satunya di Surabaya dan Indonesia Timur” dr. Rozalina Loebis Sp.M(K), Kepada Departemen Pemasaran & Komunikasi, Surabaya Eye Clinic.

Pembedahan katarak metode FLACS ini berbasis laser femtosecond yang mampu menghasilkan ketepatan sayatan pada kornea dan pemotongan pada kapsul lensa dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga meningkatkan ketepatan posisi lensa tanam.

“Proses membelah lensa yang berkatarak menjadi bagian yang kecil dilakukan oleh laser femtosecond sehingga penggunaan energi ultrasound lebih rendah. Ini meningkatkan keamanan pasien selama operasi. Durasi operasi dan masa penyembuhan pun menjadi lebih singkat,” beber Prof. Dr. dr. Gatut Suhendro, Sp.M(K), Surabaya Eye Clinic.

Jadi kapan Anda harus mewaspadai katarak ini. Anda harus jeli melihat tanda-tanda ini :

Pandangan berkabut
Warna terlihat memudar
Rasa silau saat melihat lampu mobil, sinar matahari, lampu.
Pandangan ganda
Melihat lingkaran di sekeliling cahaya
Penurunan penglihatan di malam hari
Sering ganti ukuran kacamata
Perlu cahaya terang untuk membaca atau aktivitas lain.

Lalu kapan harus ke dokter? Jika timbul beberapa gejala katarak di atas yang semakin mengganggu atau memburuk, sehingga penderita merasakan nyeri pada mata atau kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan di Surabaya Eye Clinic bisa langsung datang ke  Raya Jemursari 108 Surabaya.[rea/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar