Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Waspada DBD, Dinkes Ponorogo Masifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Pasien DBD dirawat di RSUD dr. Harjono Ponorogo beberapa hari lalu. (Foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah rumah sakit di bumi reyog, tidak lantas membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo menyimpulkan bahwa DBD mewabah.

Kabid Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Heni Lastari menyebut, pasien dikatakan DBD itu berdasarkan adanya hasil uji laboratorium dan penyelidikan tim epidemiologi di lapangan. “Hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan bahwa trombosit turun, belum tentu seseorang itu terserang DBD,” kata Heni Lastari, Jumat (31/12/2021).

Lebih lanjut, Heni mengungkapkan harus mencermati lagi kondisi klinis lainnya. Hal itu dilakukan supaya bisa mendukung diagnosis penyakit tersebut. “Jadi bukan hanya trombosit turun, terus langsung dikatakan menderita DBD, trombosit turun kan juga bisa tyfus,” katanya.

Dia mencermati curah hujan meningkat akhir-akhir ini. Nyamuk pun bersarang dan berkembang biak dengan cepat. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan mengisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue lalu menggigit orang lain. “Itu juga bisa membuat virus dengue menyebar. Tahun ini tercatat ada satu pasien DBD meninggal, itu terjadi pada bulan April lalu,” katanya.

Di saat kondisi cuaca yang seperti ini, Heni menyarankan masyarakat untuk lebih mempraktikkan hidup lebih sehat. Selalu waspada dan sering membersihkan keadaan di lingkungan. Salin itu juga mengajak masyarakat semua untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) di lingkungan masing-masing. “Memggalakkan pemberantasan sarang nyamuk menjadi salah satu antisipasi mewabahnya DBD,” pungkasnya.

Untuk diketahui, baru saja landai dari Covid-19, Ponorogo kini diserang oleh penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). Ada lonjakan nyaris 100 persen, pasien demam berdarah di RSUD dr. Harjono Ponorogo pada bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu. Dimana bulan November lalu, pasien demam berdarah di rumah sakit plat merah itu sebanyak 28 orang. Sedangkan pada bulan ini, sudah diangka 55 orang.

“Laporan pasien DHF di RSUD dr. Harjono Ponorogo per tanggal 28 Desember 2021, ada 34 orang yang sedang menjalani rawat inap. Awal bulan hingga kini sudah ada 55 pasien,” kata Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo S. Joko Handoko, pada Selasa (28/12/2021) lalu.

Pasien demam berdarah ini, didominasi dari rentan umur 7 hingga 26 tahun. Sejak minggu kedua bulan Desember terjadi lonjakan yang signifikan. Awal masuk, biasanya pasien dalam kondisi kritis, kemudian mulai membaik saat sudah mendapatkan pertolongan dari rumah sakit. Sebanyak 34 pasien DBD ini, tersebar di beberapa ruangan. Dari 34 pasien itu, kata Joko ada 15 diantaranya merupakan anak-anak. “Setelah rawat inap beberapa hari, pasien tertangani dan sembuh. Mudah-mudahan tidak ada kasus meninggal karena DBD,” katanya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar