Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Wasek PDIP Surabaya Ingatkan Tantangan Kaum Muda Bumikan Pancasila

Wasek PDIP Surabaya Achmad Hidayat

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Sekretaris DPC Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat menilai perlu adanya upaya membangun kesadaran kolektif di kalangan pemuda dan mahasiswa untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. Dia mengingatkan ada banyak tantangan bagi kaum muda di masa depan.

“Pertama, arus teknologi informasi yang bisa membuat hanyut generasi muda dan menjadi korban dari sisi negatif kemajuan teknologi,” ucap Hidayat sebagai pembicara pada Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM ) Tingkat Dasar Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (31/5/2022).

Tantangan kedua, fenomena kehadiran generasi milenial yang penuh dengan ide-ide segar. Tetapi di saat yang sama juga haus akan pengakuan.

“Generasi milenial memiliki selera, nilai-nilai, serta gelora yang berbeda dari generasi sebelumnya sehingga dibutuhkan pendekatan yang berbeda dalam penangannya,” katanya.

Tantangan ketiga, kuatnya globalisasi mampu menggerus akar kebudayaan di tengah masyarakat. Juga menimbulkan ancaman terdegradasinya semangat nasionalisme.

Hidayat juga menyebut Pancasila sebagai way of life Bangsa Indonesia masih sangat relevan dan kontekstual untuk diselami, dipelajari serta dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kawan-kawan, ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk semakin memperkuat keindonesiaan kita dengan saling menghormati, menjunjung persatuan dan menggelorakan semangat gotong royong,” katanya.

Hidayat menyatakan peran mahasiswa sangatlah besar sehingga perlu cermat dan berhati-hati dalam mengambil langkah demi terjaganya proses pembangunan kearah yang positif. Mantan aktivis GMNI ini juga meminta agar mahasiswa memupuk optimisme dan berani memiliki visi melanjutkan kepemimpinan untuk membawa pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Sehingga para mahasiswa harus berproses dapat menjadi pribadi yang memiliki integritas, etos kerja dan semangat kebersamaan.

“Dalam serat Sastra Gendhing tercatat istilah Swadana Maharjeng Tursita yang memiliki makna sebagai seorang pemimpin harus memiliki kompetensi, kecakapan dan pandai membangun komunikasi,” pungkasnya. [asg/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar