Pendidikan & Kesehatan

Warung Bisa Makan di Tempat, Wali Kota Surabaya Harap Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com)  – PPKM level 4 berjalan hingga 2 Agustus mendatang, namun kini para pemilik usaha resto sudah bisa bernafas lega dengan diperbolehkannya makan di tempat meski dengan pembatasan jumlah dan waktu.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, jika sudah ada aturan dari Pemerintah Pusat terkait PPKM Level 4. Jika pada pemberlakuan sebelumnya warga dilarang dine in atau makan di tempat, maka kali ini hal itu bisa dilakukan, namun untuk durasinya dibatasi.

“Yang beda ketika warkop, tempat makan menerapkan prokes dan boleh makan di tempat 3 orang, tapi waktunya 20 menit,” kata Eri Cahyadi, Selasa (27/7/2021).

“Sebenarnya sudah diatur Pemerintah Pusat, Level 4 itu seperti apa, sudah diatur. Sehingga semua pihak, kepala daerah yang sudah masuk dalam Level 4, berdasarkan ketentuan dari Pemerintah Pusat, ya kita harus mengikuti peraturan yang ada di dalam mendagri itu yang kita jalankan,” imbuhnya.

Kemudian, Eri mengatakan, untuk pasar bahan non pokok juga bisa  buka kembali. Namun dengan pembatasan jumlah orang yang ada di satu lokasi.

“Terus ada pasar yang tidak melayani kebutuhan sehari-hari bisa dibuka jumlahnya 25 persen sampai jam 20.00 WIB. Nanti kita akan tuangkan dalam surat edaran wali kota sesuai dengan intruksi menteri dalam negeri,” jelasnya.

Sedangkan  untuk mal sendiri, ia menyebut masih tutup. Tetapi untuk tempat makan yang ada di dalam mal tetap bisa buka dengan sistem take away.

“Mal masih tutup, kemarin juga disampaikan. Dalam aturan mendagri tutp. Tapi untuk tempat makan dalam mal bisa buka dengan sistem take away,” ujarnya.

Untuk aktifitas olahraga pun juga bisa dilakukan. Seperti olahraga tenis meja. “Olahraga yang tidak bersentuhan boleh dilakukan seperti tenis meja. Tenis lapangan, tapi kita masih mendalami lagi,” katanya.

Mantan Bappeko Surabaya menegaskan, jika berlanjut atau tidaknya PPKM, pihaknya akan terus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Selain dari Pemkot Surabaya sendiri, juga ada bansos dari Kemensos, hingga bantuan dari warga.

“Tidak berlanjut atau berlanjut level 4, ketika kita ada anggaran dan itu ada yang terdampak, kita dapat titipan bantuan dari warga Surabaya yang mempunyai kelebihan rezeki, tetap kita akan lakukan terus (bantuan). Karena bantuan juga diberikan oleh Kemensos, Pemkot Surabaya. Ini kan kita berikan kepada mereka yang terdampak. Ada yang di-PHK, ada yang ga bisa melanjutkan pekerjaan. Jadi kita berikan bansos itu,” pungkasnya.[way/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar