Pendidikan & Kesehatan

Wartawan Pamekasan Jalani Rapid Test

Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan wartawan Pamekasan menjalani pemeriksaan kesehatan berupa rapid tes dalam rangka mengantisipsi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Gedung Pemuda (SerbaGuna), Jl Kabupaten, Jum’at (12/6/2020).

Rapid tes gratis bagi para insan pers di kabupaten Pamekasan, dilakukan sebagai upaya untuk memberikan layanan dan kenyamanan bagi para wartawan. Terlebih selama ini mereka sangat intens melakukan proses liputan di lapangan, sehingga sangat beresiko untuk tertular.

Apalagi adanya kasus baru yang juga menimpa seorang wartawan di Pamekasan, yakni meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan ia juga dikebumikan dengan menerapkan protokol Covid-19, Kamis (11/6/2020) kemarin.

“Rapid tes ini dalam rangka mengantisipasi dan upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19, khususnya di kalangan rekan-rekan wartawan. Jadi tes ini bukan semata-mata karena adanya wartawan yang meninggal, tetapi karena rekan wartawan ini sangat mobile terjun ke lapangan,” kata Jubir Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono

Namun demikian pihaknya berharap seluruh wartawan yang menjalani tugas di lapangan selalu diberikan kesehatan dan terhindar dari pandemi Covid-19. “Jadi rapid tes ini merupakan ikhtiar kami untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi rekan-rekan wartawan di Pamekasan,” ungkapnya.

“Tidak kalah penting kami berharap semoga hasil tes nanti, semua rekan-rekan wartawan dalam keadaan sehat. Sehingga mereka nantinya dapat melaksanakan tugas di lapangan dengan menyajikan berbagai informasi yang mendidik dan mencerahkan,” harapnya.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 Pamekasan, terdata sebanyak 52 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Meliputi sebanyak 32 orang yang tengah menjalani perawatan, sebanyak 10 orang dinyatakan sembuh, serta sebanyak 10 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara untuk status PDP terdata sebanyak sebanyak 79 orang, meliputi sebanyak 49 orang dalam pengawasan, sebanyak 17 orang dinyatakan selesai dan sebanyak 14 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan statys Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 522 orang, meliputi sebanyak 466 orang dinyatakan selesai dipantau, serta sebanyak 56 dinyatakan selesai dipantau. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar