Pendidikan & Kesehatan

Wartawan Ini Ikuti Imbauan Gubernur Tunda Resepsi Pernikahan Anaknya

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa tidak bosan-bosan mengimbau kepada masyarakat Jatim untuk menjaga jarak sosial (social distancing), melakukan olah raga, tetap tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, menjaga pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik serta tidak mengundang atau datang ke keramaian dulu.

Bagaimana dengan masyarakat yang akan menggelar pesta resepsi pernikahan? “Untuk pesta resepsi perkawinan sebaiknya ditunda, sedangkan akad nikah mungkin tidak ditunda dan tetap bisa dilaksanakan dengan mengikuti protokol corona. Hindari dulu tempat keramaian dan mengundang banyak orang. Saya harap kepada kepala desa, kamituwo kepala dusun untuk masing-masing bisa melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayahnya masing-masing,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (21/3/2020) malam.

Seorang wartawan senior Surabaya, Hadi Prayitno menyatakan sepakat dan akan mematuhi imbauan Gubernur Jatim tersebut. Ini karena pihaknya akan menikahkan anak perempuannya dalam waktu dekat.

“Saya tetap akan melaksanakan akad nikah anak ketiga saya bernama Ntika Paras Sukma di Gresik pada 23 Maret 2020. Acara tetap akan digelar dengan mengikuti protokol corona dan tidak perlu ramai banyak orang, hanya keluarga dekat saja. Yang saya tunda adalah acara Pesta Resepsi Pernikahan di Malang pada 24 Maret 2020. Kami masih rapatkan tanggalnya dan ditunda bulan April,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus COVID-19 di Jatim. Hingga 21 Maret 2020 pukul 18.30 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 793 orang, 79 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 26 positif COVID-19 (coronavirus)

“Jadi, total ada 26 positif di Jatim, di antaranya 20 yang positif berasal dari Surabaya. Total Jatim bertambah 11 orang yang positif dari sebelumnya kemarin 15 orang,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (21/3/2020) malam.

Menurut gubernur, untuk PDP di Kota Surabaya ada 13 orang dan 110 orang ODP. “Untuk yang positif 26 orang di Jatim itu terdiri dari 20 dari Surabaya, 2 dari Malang, 3 dari Magetan dan 1 dari Sidoarjo,” jelasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar