Pendidikan & Kesehatan

Warkop dan Warnas di Surabaya Wajib Pasang Rambu 3M

Surabaya (beritajatim.com) – Delapan bulan lebih Kota Surabaya menghadapi pandemi virus corona disease 2019 (Covid-19). Guna memeranginya, Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan pemasangan tiga rambu untuk tempat usaha.

Ketiga rambu tersebut yakni wajib cuci tangan sebelum masuk restoran atau warung kopi (warkop), wajib memakai masker dan tanda serta rambu jaga jarak.

Langkah tersebut diharapkan bisa menekan penyebaran virus corona. Sebab menurut data terkini pada Rabu (25/11/2020) setidaknya masih ada yang positif. Sehingga guna menekan penyebaran virus dan roda perekonomian tetap jalan, pengusaha wajib memasang tiga rambu tersebut.

“Memang diwajibkan memasang rambu. Pembeli juga saya minta memakai masker usai makan atau minum. Duduk juga kita ingatkan supaya jaga jarak,” jelas Sodik (35) pengusaha warung kecil dan warkop di Tegalsari, Surabaya.

Meski kebanyakan pembeli sudah membawa handsanitizer, laniut Sodik, pihaknya tetap menyediakan ember cuci tangan beserta sabun. Sehingga, jika ada pelanggan yang tak membawa ciran alkohol tersebut bisa cuci tangan.

Sementara itu Kapolsek Tegalsari, Kompol Argia menjelaskan, petugas tiga pilar setiap hari melakukan operasi  yustisi protokol kesehatan. Operasi sasaran utama petugas adalah warung kopi dan warung makan sederhana. Sebab, meski sudah memasang anjuran dan himbauan 3M, pelaksanaan prokes masih ada yang belum taat.

“Banyak yang belum taat terutama duduknya kurang jaga jarak. Tapi tetap kita himbau terus dan kita lakukan sosialisasi. Semakjn membandel maka kita data dan lakukan swab gratis dari pemkot,” paparnya.

Sementara itu, menurut catatan Polsek Tegalsari, ada setidaknya 1.000 lebih warung makan sederhana dan warkop. Babinkamtibmas menjadi ujung tombak sosialisasi prokes ke kelurahan. Sedangkan petugas tiga pilar melakukan eksekusi jika ada warkop yang terlalu parah tak menerapkan prokes.

“Kita lakukan pemetaan dan pastinya kita harapkan prokes di Sursbaya bisa ditaati. Jika tidak maka harus didata dan kena denda administrasi,” tandas Kompol Argia.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar