Pendidikan & Kesehatan

Warga Supiturang Semeru Hanya Mengungsi Malam Hari

Lumajang (beritajatim.com) – Warga Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo yang berada di kawasan rawan dampak bencana letusan Semeru hanya mengungsi di malam hari. Warga kembali ke rumah masing-masing pada pagi harinya.

“Jadi warga mengungsi malam hari,” kata

Asisten Administrasi Sekda Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko

yang ditugasi Bupati sebagai pejabat koordinasi bencana Semeru saat dihubungi beritajatim.com, Rabu (2/12/2020).

Masih kata dia, sosialisasi dampak bahaya dan kerawanan dari letusan terus disampaikan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Warga hanya diminta tenang dan waspada.

“Kita belum mendapat rekomendasi seperti apa dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengenai langkah penanganan,” paparnya.

Untuk lokasi pengungsian utama di Lapangan Sekolah Dasar Sumberwuluh 04 di Dusun Kamar Kajar Kecamatan Candipuro. Untuk pengungsian sementara di Kecamatan Pronojiwo ada di SDN 04 Desa Supiturang dan SDN 04 Desa Oro-oro Ombo.

“Untuk dapur umum di Kamar Kajang dilakukan oleh PMI dan Supiturang oleh Dinas Sosial,” terangnya.

Untuk kawasan rawan bencana letusan dan guguran lava Semeru, tambah Nugroho, sudah disiagakan petugas dari TNI, Polri, relawan dan Tim reaksi Cepat (TRC) BPBD.

“Semua disiagakan untuk mengantisipasi kegiatan warga di kawasan rawan bencana semeru,” pungkasnya. (har/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar