Pendidikan & Kesehatan

Warga Ring Satu PG Dilatih Padamkan Kebakaran

Gresik (beritajatim.com)– Sebanyak 80 warga ring satu yang berdekatan dengan pabrik PT Petrokimia Gresik (PG), mendapat pelatihan bagaimana memadamkan api yang sedang berkobar dalam kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Warga ring satu yang terdiri dari 8 kelurahan/desa itu dilibatkan langsung oleh manajemen PG. Delapan kelurahan/desa yang mengikuti pelatihan K3 antara lain Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik. Selanjutnya, Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Ngipik, Tlogopojok, dan Sukorame. Semua desa dan kelurahan tersebut mengirim timnya yang terdiri 10 orang.

Pelatihan yang bertempat di sebelah timur Stadion Tridharma Petrokimia Gresik itu, merupakan serangkaian peringatan bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional 2019.

Selain pelatihan pemadaman api, mereka juga diberi simulasi bagaimana dengan tanggap, dan cepat jika terjadi emergency.

Manager Humas PT Petrokimia Gresik (PG) Muhammad Ihwan mengatakan, pihaknya sengaja mengundang desa/kelurahan yang masuk daerah ring satu mengingat PG merupakan obyek vital nasional. Sehingga, ada rasa cepat tanggap terhadap perusahaan nasional.

“Penerapan K3 tidak hanya berlaku di perusahaan saja. Tapi bagaimana keselamatan kerja itu juga pengaruhnya dirasakan oleh warga ring satu. Sehingga, masyarakat juga punya tanggungjawab terhadap perusahaan nasional,” katanya, Rabu (6/03/2019).

Ia menambahkan, pelatihan tersebut difokuskan pada upaya yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran. Kuncinya, jangan sampai panik.

Sementara itu, Lurah Sukorame Rofiq Udin Effendi menuturkan, terkait dengan simulasi K3 ini. Warganya sangat antusias harapannya setiap tahun diadakan agar menambah wawasan serta mendekatkan lingkungan dengan lainnya,” tuturnya.

Salah satu warga asal Desa Roomo Evi Oktoviana menyatakan adanya K3 di ring satu PG. Dirinya, dan warga desanya berharap ada tambahan wawasan bagaimana menangani soal keselamatan kerja.

“Kalau bisa kegiatan semacam ini ditingkatkan supaya masyarakat. Khususnya, di ring satu lebih paham lagi,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar