Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Warga Ponorogo Usia 18+ Antusias Lakukan Vaksinasi

Antrean vaksinasi di hall PCC. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satgas vaksin Ponorogo harus bekerja ekstra keras untuk cepat mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) terhadap Covid-19 di bumi reyog. Bagaimana tidak, capaian vaksinasi hingga saat ini masih diangka 55 ribu orang atau sekitar 8,5 persen. Sementara untuk mencapai herd immunity, diperlukan 70 persen penduduk Ponorogo sudah tervaksin.

“Penduduk Ponorogo sekitar 1 juta orang, untuk mencapai herd immunity kita harus melakukan vaksinasi terhadap 700 ribu orang. Nah, hingga saat ini masih 55 ribu atau 8,5 persen penduduk yang sudah melakukan vaksinasi,” kata Kabid Pencegahan dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Heni Lestari, Jumat (2/7/2021).

 

Pada tahap keempat ini, sasaran vaksinasi penduduk berusia 18 tahun keatas. Heni merasa senang sebab antusiasme masyarakat umum yang berusia 18 keatas sangat tinggi. Vaksinasi yang dilakukan terpusat di hall Ponorogo City Center hampir mencapai target hariannya.

“Namanya 18 tahun keatas, lanjut usia (lansia) dan pra lansia tetap kami prioritaskan. Petugas pelayanan publik yang belum juga masih dilayani,” katanya.

Selain satgas Covid-19 Ponorogo, vaksinasi untuk masyarakat umum juga dilakukan oleh Kodim 0802/Ponorogo dan Polres Ponorogo. Sehingga membuat target harian vaksinasi juga menjadi meningkat. Di Kodim 0802 Ponorogo saja, setiap hari ditarget bisa memvaksin sebanyak 1000 orang.

“Kodim dan Polres Ponorogo juga melaksanakan vaksinasi,” katanya.

Heni menyebut jika pihaknya saat ini fokus untuk melakukan vaksinasi terhadap usia 18 tahun ke atas. Meski penduduk yang berusia 12-17 tahun, oleh Presiden sudah boleh dilakukan vaksinasi. Dirinya masih akan menunggu petunjuk teknis (juknis) yang jelas tentang vaksinasi bagi penduduk yang berumur 12-17 tahun.

“Kami fokus vaksinasi usia 18 tahun keatas dulu. Sebab untuk usia 12-17 tahuh, meski sudah diperbolehkan tetapi kami belum mengantongi juknisnya. Kalau sudah ada, ya bisa kami lakukan vaksinasi,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga, Endah Puspitasari (31), senang sudah melaksanakan vaksinasi. Dia mengungkapkan sudah lama menunggu untuk usia 18 tahun keatas bisa dilakukan vaksinasi. Dia sadar, adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, itu menandakan virus asal Wuhan Tiongkok itu benar-benar ada. Selama ini untuk memproteksi dirinya, Endah selalu taat protokol kesehatan (prokes).

“Kita harus aware dengan kesehatan sendiri. Setiap beraktivitas saya selalu pakai masker dan jaga jarak. Karena saya percaya Covid-19 itu ada,” katanya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar